
GIANYAR – Cuaca hujan disertai angin belakangan ini tidak hanya membuat pohon besar bertumbangan. Namun tanaman padi milik petani juga ikut tumbang. Kondisi ini pun menurunkan nilai jual gabah. Bahkan ada yang sampai merugi.
Rusaknya tanaman padi hampir merata di tiap subak. Padi-padi yang hampir panen tersebut harus robah hingga terendam air. Dalam kondisi ini para petani tidak bisa berbuat banyak. Diperkirakan ada ratusan haktar tanaman padi rusak di Gianyar namun kondisi itu belum terlaporkan.
Sebab hujan dengan intensitas tinggi selalu turun. Jika pun reda, itu hanya sebentar. “Jika tidak di wilayah kita, ya di hulu hujan, air yang datang ke hilir juga besar dan merendam batang padi,” ujar salah satu petani di Subak Pinda, Saba, Blahbatuh, Minggu (29/12).
Kondisi tersebut di benarkan oleh Pekaseh Subak Pinda I Wayan Korep, di wilayahnya ada kurang lebih 10 hakter tanaman padi petani yang roboh. Bahkan sampai ada tanaman padi harus tumbuh lagi karena tidak ada tukang dores yang memanen padi tersebut. “Ada sekitar 10 hakter padi yang kondisinya sangat parah kemungkinan akan gagal panen,” ujarnya.
Sebenarnya tanaman padi yang roboh itu masih bisa diselamatkan. Hanya harus cepat untuk dipanen. Namun masalahnya tukang panen yang tidak bisa ambil karena sudah ada giliran. Selain itu biasanya tengkulak menawar lebih murah. Sehinga petani pun tidak cocok dengan harganya. “Patani posisinya selalu ditempat yang kalah,” ujarnya pasrah. (jay)








