
BADUNG – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama 50 delegasi negara anggota Colombo Plan Drug Advisory Program (CPDAP) dari kawasan Asia Selatan, Asia Tenggara, serta Asia-Pasifik hingga Saudi Arabia menggelar pertemuan di Discovery Kartika Plaza Hotel pada 28-30 April.
Pertemuan mengusung tema “Enhancing Regional Cooperation for Effective and Inclusive Drug Use Response” menekankan pentingnya penguatan kerja sama regional dalam menghadapi tantangan permasalahan narkotika yang semakin kompleks.
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menegaskan, forum ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi ancaman narkotika yang semakin kompleks, termasuk maraknya peredaran narkotika sintetis, pemanfaatan jalur laut, serta penggunaan platform digital untuk aktivitas ilegal.
Kehadiran para delegasi diharapkan dapat memperkuat kolaborasi internasional, pertukaran informasi, serta penyusunan strategi bersama dalam menghadapi permasalahan narkotika global.
“Pemerintah Indonesia menerapkan pendekatan yang seimbang antara pengurangan pasokan (supply reduction) dan pengurangan permintaan (demand reduction),”ujar Komjen Suyudi Ario Seto didampingi Secretary-General The Colombo Plan, H.E.Benjamin P. Reyes.
Melalui prinsip “War on Drugs for Humanity”, Indonesia menegaskan komitmen dalam memberantas jaringan kejahatan narkotika sekaligus memastikan pendekatan yang humanis dan berbasis hak asasi manusia bagi para penyalahguna melalui program rehabilitasi.
“Dalam aspek pencegahan, BNN terus memperkuat program yang berfokus pada perlindungan anak dan generasi muda melalui inisiatif Ananda Bersinar. Program ini mencakup integrasi edukasi anti-narkoba dalam kurikulum pendidikan, penguatan peran keluarga, pelatihan keterampilan hidup, serta pengembangan program peer education di kalangan remaja,”ungkapnya.
Selain itu, upaya pencegahan juga diperluas melalui kampanye media sosial, pengembangan pembelajaran daring bagi petugas, serta pemberdayaan masyarakat melalui program desa bersih narkotika (Bersinar).
Pertemuan tahun ini menghadirkan format berbeda dibandingkan sebelumnya dengan fokus pada diskusi panel yang membahas pengurangan permintaan narkotika, pengurangan pasokan narkotika, serta berbagai mekanisme pendukung seperti kerja sama internasional, kontribusi bantuan, inisiatif berbagi pembiayaan, dan kolaborasi antar lembaga.
Setelah rangkaian pertemuan selama dua hari, para delegasi juga dijadwalkan mengikuti program Cultural Visit pada 30 April 2026 ke Istana Kepresidenan Tampaksiring dan Desa Panglipuran sebagai bagian dari pengenalan budaya dan praktik lokal Indonesia.
“Kami berharap pertemuan ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga menghasilkan rekomendasi yang konkret, inovatif, dan implementatif guna memperkuat respons global terhadap permasalahan Narkotika,”tandas Komjen Suyudi Ario Seto.








