
DENPASAR – Bentrokan antar dua kelompok pemuda pecah di sebuah kos-kosan, Jalan Tunjung Biru, Lingkungan Taruna Bineka, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Minggu (26/4/2026) dini hari.
Bentrokan diduga dipicu pesta minuman keras (miras) hingga berujung aksi saling lempar batu hingga merusak sebuah mobil serta menggangu ketenangan warga sekitar.
Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi mengonfirmasi hasil penyelidikan berawal dari Gregorius Andrean Solo (22) asal Sumba Barat Daya, NTT, mengerjakan tugas kuliah di kamar kos (TKP) teman satu kampungnya, Kristian Ama Kii (21) sekitar pukul 17.00 WITA.
“Di kamar kos itu ada dua temannya, yskni Edis dan Gusli,”kata Iptu Azel Arisandi.
Tengah malam, Kristian mengajak Andrean Solo meminum miras kemudia penghuni kamar nomor 10,
Andrean Nani dan Ino Nani ikut bergabung.
Di tengah pesta miras, Andre Nani menerima panggilan telepon dan nada bicaranya cukup keras hingga ditegur oleh tetangga kos.
Andre Nani pun emosi dan hendak memukul tetangga kos yang menegurnya hingga menyenggol gelas minum dan pecah.
“Khawatir terjadi keributan, Andrean Solo dan Kristian melerai Andre Nani dan tetangga kos yang cekcok,” ungkap Iptu Azel.
Pecahan gelas itu mengenai kaki Ino Nani hingga terluka. Ia pun menanyakani siapa yang memecahkan gelas dan dijawab oleh Andrean Solo hingga keduanya cekcok.
Andre Nani yang tidak terima adiknya Ino Nani dimaki ikut memukul Andrean Solo.
Pertengkaran dilerai Kristian dengan menarik Andrean Solo dari kos dan mengantarnya sampai depan gang.
Berselang satu jam, Andrean Solo menghubungi temannya. Puluhan orang datang ke lokasi mencari Andre Nani dan Ino Nani.
“Teman dari Andrean Solo datang ke lokasi dengan jumlah sekitar 15 hingga 20 an orang. Setiba di lokasi, aksi saling lempar batu dan keributan pun pecah,” ujar Azel.
Seorang penghuni kos, Mardianto Tanggela (24) yang mendengar keributan keluar kamar dan mencoba memindahkan sepeda motor. Namun, salah satu pelaku datang sambil mengancam para penghuni kos dengan mengatakan ‘Cari orang kamar nomor 10 kalo tidak besok pagi kami datang dan akan mengeluarkan seluruh penghuni kos’.
Kelompok yang terlibat keributan membubarkan diri sekitar pukul 03.00 WITA setelah kepala dusun dan pecalang datang.
Menerima laporan, personel Polsek Denpasar Selatan meminta keterangan saksi-saksi dan melakukan olah TKP.
Akibat kejadian tersebut, sebuah mobil Innova DK 1302 ADF yang terparkir di lokasi mengalami pecah kaca belakang.
Kepada petugas, pemilik mobil Chevy Agung Martadewa mengatakan kendaraan tersebut merupakan mobil rental. Ia juga mengaku tidak mengenal pihak yang terlibat bentrok hingga menyebabkan kaca belakang mobilnya pecah hingga mengakibatkan kerugian Rp1,5 juta.
Sementara, Kristian mengalami luka lecet pada bagian perut akibat terkena lemparan batu.
“Dari hasil pendalaman sementara, keributan dipicu perselisihan Andrean Solo dengan Ino Nani dan Andre Nani. Andrean Solo masih diperiksa di dan pelaku lainnya masih dalam pengejaran,” tegasnya.








