
DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan dirinya tidak akan terpengaruh oleh kritik maupun bully di media sosial terkait kebijakan yang diambilnya, khususnya dalam penanganan masalah sampah di Bali.
Pernyataan tersebut disampaikan saat dialog publik di Kampus Universitas Warmadewa, Denpasar, Jumat (24/4/2026). Koster menegaskan komitmennya untuk bekerja maksimal demi Bali.
“Satu persen pun saya tidak takut, satu persen pun saya tidak risau, satu persen pun saya tidak akan mundur. Posisi saya adalah now or never,” tegasnya di hadapan peserta dialog.
Koster menyebut momentum saat ini menjadi krusial dalam menyelesaikan persoalan sampah.
Salah satu kebijakan tegas yang diambil adalah menutup total TPA Suwung mulai 1 Agustus 2026, sehingga tidak ada lagi sampah organik, anorganik, maupun residu yang dibuang ke lokasi tersebut.
Menurutnya, kebijakan tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Ia memaparkan tingkat kesadaran masyarakat dalam memilah sampah mengalami peningkatan signifikan.
Di Kota Denpasar, persentase warga yang memilah sampah meningkat dari 30 persen menjadi 70 persen.
Sementara di Kabupaten Badung, angka tersebut bahkan mencapai lebih dari 80 persen.
“Dalam dua minggu, dari 1 sampai 14 April, naik 40 persen. Yang dulu bertahun-tahun tidak bisa, sekarang dalam waktu dua minggu bisa,” ujarnya.
Koster menegaskan, langkah tegas ini akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya menyelesaikan persoalan sampah di Bali secara menyeluruh. (jay/jon)








