
DENPASAR – Negosiasi 10 perwakilan Forum Swakelola Sampah Bali bersama Gubernur Bali Wayan Koster, Kapolda Bali, Pangdam IX Udayana, Walikota Denpasar, dan Bupati Badung, Rabu (16/4/2026) berlangsung alot.
Forum SBB kukuh dengan tuntutanya yakni meminta, Pertama TPA Suwung dibuka tanpa pebatasan pembuangan sampah tetap direvitalisasi sampai PSEL beroprasi.
Kedua Presiden Prabowo agar turun tangan menyelesaikan permasalahan sampah di Bali. Ketiga jika tidak dipenuhi kami akan mogok mengangkut sampah di Bali.
Atas desakan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster akhirnya berkomunikasi dengan Menteri LH melalui sambungan telpon.
Dalam negosiasi itu, Koster menyampaikan tuntutan masyarakat dan kondisi jika tuntutan itu tidak di penuhi. Komunikasi berlangsung cukup lama.
Hasil komunikasi itu akhirnya pusat mengizinkan Forum SBB membuang sampah organik basah dan kering ke TPA suwung. Dengan jadwal dua kali dalam seminggu, dari jam 8 pagi sampe jam 8 malam.
“Tadi pak gubernur langsung telpon menteri LH, ini win-win slotuin, yang jelas dengan posisi terpilah. Besok sudah bisa. Kita terima dulu sampai liat perkembangan, ” ujar ketua Forum SSB Wayan Suarta.
Seperti yang telah diketahui Forum Swakelola Sampah Bali kembali demo, Kamis (16/4/2026) di depan kantor PPLH Bali, Renon, Denpasar.
Mereka membawa truk lengkap dengan sampahnya, meski sudah tertutup terpal baunya masih menyengat.
Aksi itu memprotes kebijakan pemerintah yang menutup TPA Suwung. Mereka menuntut TPA Suwung agar dibuka kembali, hingga Pengelola sampah menjadi energi listrik (PSEL) Denpasar Raya siap beroprasi. (jay/jon)








