
KUTSEL – Sejak akhir tahun 2025, kasus hilangnya water meter masih marak terjadi di wilayah Kabupaten Badung. Terhitung dari Desember 2025 hingga Maret 2026, tercatat sudah ada 154 unit water meter yang diduga raib digondol maling.
Direktur Teknik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mangutama Kabupaten Badung, I Made Suarsa menuturkan, hilangnya water meter berbeda jumlah di tiap bulannya. Dengan rincian yakni 21 unit pada Desember 2025, 61 unit di bulan Januari 2025, 35 unit di Februari, dan 37 unit pada bulan Maret ini.
Dari total jumlah tersebut, kerugian ditaksir mencapai angka Rp 103.213.572. Namun baginya, kerugian yang diderita bukan hanya dalam hal finansial, melainkan juga layanan kepada masyarakat. Setiap kehilangan terjadi, harus segera ditindaklanjuti dengan penggantian unit baru agar distribusi air tetap berjalan normal.
Dituturkannya pula, hampir semua water meter yang hilang adalah unit yang ditempatkan di luar pekarangan rumah. Kaitan dengan itu, pengawasan terhadap keberadaannya tentu merupakan hal yang cukup sulit untuk dilakukan secara intens.
Mengantisipasi terulangnya kejadian serupa, sambung dia, unit pengganti yang baru terpasang juga langsung dilengkapi dengan besi pengaman. Program besi pengaman ini dipastikan akan terus berlanjut menyasar water meter yang berada pada lokasi rawan.
“Kami juga sudah koordinasi dengan camat, perbekel, dan kelian agar masyarakat ikut mengawasi. Karena tidak mungkin kami yang mengawasi 24 jam,” sebutnya. (adi)








