
DENPASAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahan Pangan, mencatat hingga 9 Maret 2026 tercatat ada 12.383 gigitan anjing di Bali. Kasus gigitan cukup tinggi dengan populasi anjing di Bali diperkirakan sekitar 600 ribu ekor.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan Pangan) Provinsi Bali I Wayan Sunada mengatakan, pemprov Bali kini tengah beproses melakukan pengadaan vaksin rabies pada April 2026 untuk mempercepat program vaksinasi hewan penular rabies (HPR) di seluruh kabupaten/kota. “Sudah berproses, April 2026 sudah ada, ” ujarnya Minggu (22/3/2026).
Pengadaan vaksin rabies tahun ini mencapai sekitar 600 ribu dosis. Dari jumlah tersebut, sekitar 320 ribu dosis akan disediakan oleh pemerintah provinsi, sedangkan sisanya berasal dari pengadaan pemerintah kabupaten/kota.
Selain pengadaan tersebut, Bali juga masih memiliki sisa stok vaksin rabies dari tahun 2025 sebanyak 234.110 dosis yang saat ini tersimpan di tingkat provinsi. Dengan tambahan pengadaan dari daerah, total vaksin rabies yang tersedia pada tahun 2026 diperkirakan mencapai 698.990 dosis.
“Stok di provinsi saat ini 234.110 dosis. Tahun ini juga ada pengadaan sekitar 600 ribu dosis, sebagian dari provinsi dan sebagian dari kabupaten/kota, sehingga cukup untuk kebutuhan vaksinasi tahun 2026,” ujar Sunada.
Dengan jumlah populasi anjing di Bali diperkirakan mencapai sekitar 600 ribu ekor, Sunada mengatakan jumlah kouta vaksin di Bali pada tahun ini seharusnya cukup.
Selain itu, program vaksinasi rabies sendiri sudah berjalan sejak Januari 2026 di berbagai wilayah. Hingga 5 Maret 2026, cakupan vaksinasi rabies tercatat mencapai 8,59 persen atau sekitar 50.211 ekor anjing yang telah divaksin. Capaian tertinggi sementara ini berada di Kabupaten Gianyar.
Sementara kata Sunada, Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahan Pangan, mencatat hingga 9 Maret 2026 tercatat ada 12.383 gigitan anjing di Bali. Kasus gigitan anjing cukup tinggi dengan populasi anjing di Bali diperkirakan sekitar 600 ribu ekor.
“Setiap gigitan bukan berati positif rabies, ” ujarnya.
Distan Pangan Bali mengimbau masyarakat agar lebih bertanggung jawab dalam memelihara hewan peliharaan, khususnya anjing. Vaksinasi rabies dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah penularan penyakit tersebut.
“Kita punya vaksin banyak, ayo sama-sama kita vaksin anjingnya. Kita harus peduli dengan anjing kita, divaksin dan dirawat seperti kita merawat diri sendiri,” ajak Sunada.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak membiarkan anjing peliharaan berkeliaran bebas di jalan. Hewan peliharaan sebaiknya dikandangkan atau diikat agar tidak mengganggu lingkungan serta meminimalisir risiko penularan penyakit. (jay/jon)








