
KUTA – Jalan Tol Bali Mandara tidak lama lagi akan kembali tutup selama 32 jam. Penutupan operasional sementara itu akan berlangsung dari Rabu (18/3/2026) pukul 23.00 Wita hingga Jumat (20/3/2026) pukul 07.00 Wita.
Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol (JBT), I Ketut Adiputra Karang menuturkan bahwa kebijakan tersebut merupakan wujud penghormatan terhadap pelaksanaan Hari Raya Nyepi, yang merupakan hari suci bagi umat Hindu di Bali.
Meski demikian, sebagaimana yang telah terlaksana pada tahun-tahun sebelumnya, akses tol masih tetap bisa dipergunakan untuk kepentingan darurat. Di antaranya sebagai akses kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, maupun kendaraan operasional penting lainnya.
“Penggunaan jalur tol untuk keperluan tersebut harus disertai pendampingan dari pecalang atau instansi terkait sesuai dengan prosedur yang berlaku. Selama penutupan, petugas tol akan tetap siaga guna memastikan layanan tetap berjalan sesuai standar operasional,” sebutnya belum lama ini.
Serangkaian dengan Nyepi, PT JBT juga memberikan dukungan terhadap pelaksanaan upacara Melasti yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (16/3/2026) di kawasan Pemelastian Desa Adat Pedungan. Tim Mobile Customer Service dikerahkan berkolaborasi dengan Polsek Benoa, Polisi Lalu Lintas Induk VI Ditlantas Polda Bali, dan pecalang setempat dalam rangka pengaturan lalu lintas sekitar lokasi kegiatan.
“Selama prosesi Melasti berlangsung, rekayasa lalu lintas berupa sistem contra flow sementara akan diterapkan di jalan akses Pelabuhan Benoa mulai pukul 05.00 Wita hingga kegiatan selesai,” sebutnya.
Dalam pengaturan dimaksud, jalur dari Depo Pertamina menuju Pelabuhan Benoa akan diperuntukkan khusus bagi masyarakat yang mengikuti upacara. Sementara jalur dari Pelabuhan menuju Pesanggaran, akan difungsikan sebagai jalur dua arah. “Dalam hal ini, PT JBT juga menyiagakan petugas kebersihan di area sekitar lokasi upacara serta menyediakan ambulans pada sejumlah titik,” pungkasnya. (adi)








