
BULELENG – Polres Buleleng menggelar Operasi Ketupat Agung Tahun 2026 selama 13 hari, dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026 dalam rangka peningkatan langkah antisipasi terhardap berbagai potensi gangguan keamanan seperti kejahatan konvensional, balapan liar, konflik antar kelompok hingga ancaman cuaca ektrem yang diprediksi terjadi pada wilayah Bali.
Operasi melibatkan personel gabungan TNI/Polri, Satpol-PP, Dishub, BPBD, Basarnas, Damkar, Dinkes, PLN, Pecalang, Banser dan organisasi kemasyarakatan ini juga digelar untuk memastikan pelaksanaan Hari Suci Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah berlangsung aman, lancar, hikmad dan harmoni.
“Apel gelar pasukan, serangkaian Operasi Ketupat Agung 2026 ini merupakan wujud dari komitmen bersama untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana pengamanan momentum hari raya di Buleleng berjalan optimal,” tandas Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman saat memimpin apel gelar pasukan di Lapangan Ngurah Rai, Singaraja, Kamis (12/3/2026).
Pada apel yang dihadiri Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Achmad Setyawan Syah, Kajari Buleleng Edi Irsan Kurniawan, Ketua PN Singaraja I Made Bagiarta serta pimpinan OPD, Instansi dan Institusi terkait juga di tekankan pentingnya sinergitas lintas sektor dalam menyukseskan pelaksanaan operasi yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen serta sinergisitas lintas sektor dalam rangka menyukseskan Operasi Ketupat 2026,” tegasnya.
Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan secara nasional, dengan melibatkan sebanyak 161.243 personel gabungan dari berbagai instansi ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga masyarakat dalam menjalankan aktivitas ibadah keagamaan maupun perjalanan mudik.
“Tujuannya agar pelaksanaan mudik serangkaian Idul Fitri dan Nyepi dapat berjalan aman, nyaman, tertib dan lancar,” tandasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesuia, potensi pergerakan masyarakat pada masa mudik Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
“Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026, sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026. Secara nasional, sebanyak 2.746 pos pengamanan dan pelayanan mudik dan arus balik telah disiapkan, termasuk pengamanan pada lebih dari 185 ribu objek vital seperti tempat ibadah, terminal, pelabuhan, bandara, hingga kawasan wisata,” terangnya.
Melalui pelaksanaan operasi yang ditandai dengan penyematan pita kepada perwakilan personel, Kapolres Ruzi Rusman berharap semua pihak bersinergi untuk bersama-sama meciptakan situasi yang aman dan kondusif, sehingga masyarakat dapat melaksanakan ibadah sesuai agama dan keyakinannya masing-masing dengan hikmad dalam suasana harmoni. (kar/jon)








