
DENPASAR – Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Bali (PNB) kembali mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di tahun 2025. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada pemetaan potensi wisata di areal Tukad Lila Ulangun, Kelurahan Kesiman.
Kegiatan ini dilaksanakan di Bale Banjar Kebonkuri Lukluk dengan menghadirkan Lurah Kesiman, Kaling di lingkungan Kelurahan Kesiman, Pokdarwis, dan Komunitas Pecinta Sungai (KPS), Kamis (25/9/2025).
Kegiatan pengabdian diawali dengan aktivitas susur sungai sepanjang Tukan Lila Ulangun. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui potensi atraksi yang bisa dijadikan program atau paket wisata, yang nantinya dapat menjadi acuan dalam penyusunan program tahunan Kelurahan Kesiman. Para dosen Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Bali (PNB) juga mengecek keasrian sungai dan kelengkapan sarana-prasarana kebersihan yang tersedia.
Setelah menyusuri sungai, kegiatan kembali dilanjutkan di Bale Banjar Kebonkuri Lukluk dengan kegiatan sharing session Bersama dosen Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Bali (PNB).
Kegiatan ini berfokus pada pelatihan digital marketing, yang disampaikan oleh Dra. Cokorda Istri Sri Widhari M.M., dan pemetaan potensi wisata, oleh Drs. I Wayan Basi Arjana, MITHM. Dalam kesempatan ini, disampaikan bahwa Tukad Lila Ulangun Lila ulangun memiliki potensi wisata karena memiliki unsur budaya dan tradisi yang dilaksanakan di areal sungai.
Basi Arjana juga menekankan pentingnya unsur 4A dalam pengusungan potensi wisata di Tukad Lila Ulangun, yaitu attraction (kegiatan wisata, seperti spot berfoto atau aktifitas rekreasi di sungai), accessible (akses jalan masuk dan areal parkir), accelerate (pengelola yang terorganisir) dan amenities (sarana dan prasarana penunjang, seperti homestay atau penginapan, kuliner rumahan dengan menu khas bali, dan alat-alat kebersihan).
Pada kesempatan yang sama, Ketua KPS Tukad Lila Ulangun, I Gede Deddy Dwiviana, yang juga Kepala Lingkungan Kebonkuri Kawan, juga menyampaikan tantangan terkait dengan pengembangan potensi wisata sungai di Tukad Lila Ulangun. Kesadaran masyarakat akan kebersihan dan kelestarian di sekitar Tukad Lila Ulangun masih perlu ditingkatkan, karena masih ada warga yang membuang sampah ke sungai atau membakar sampah di areal tepi sungai.
Di sisi lain, beliau juga mengkonfirmasi bahwa, sejauh ini Komunitas Pecinta Sungai telah berupaya untuk membuat program yang menarik minat warga, baik lokal ataupun asing, untuk berkunjung ke Tukad Lila Ulangun, seperti kegiatan Lomba Mancing yang telah dilaksanakan bersama Sekaa Teruna (ST) se-Gumi Kebonkuri Kesiman. Deddy berharap akan adanya bantuan berupa donasi ataupun CSR yang dapat membantu pendanaan pelaksanaan program yang telah direncanakan, seperti pembuatan mural, penataan taman, dan kebersihan.
Lurah Kesiman, I Nyoman Nuada, SH, juga menegaskan dukungan penuh untuk pengembangan potensi wisata di Tukad Lila Ulangun. Beliau berharap, potensi wisata di Tukad Lila Ulangun akan dapat berkembang seperti Tukad Bindu yang telah menjadi kawasan rekreasi masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan ini, beliau juga mengungkapkan kebanggannya atas keberhasilan Tukad Lila Ulangun yang meraih juara 1 dalam ajang Lomba Program Kali Bersih Tahun 2024 tingkat Kota Denpasar yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar. Kedepannya, beliau berharap kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat berlanjut dan Kelurahan Kesiman dapat menjalin kerjasama dengan Politeknik Negeri Bali (PNB). (jayy)








