
DENPASAR – Pansus tata ruang, aset dan perizinan, memastikan segala bentuk pelanggaran tata ruang akan ditindak sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Bahkan menyatakan tidak gentar jika disebut ada yang membekingi investasi nakal.
Meski demkian, pansus menyatakan akan tetap berpedoman pada aturan. Hingga menjamin keseimbang iklim investasi.
Penegasna itu disampaikan sekretaris pansus TRAP, Putu Diah Pradnya Maharani, ia menyatakan, rapat bersama gabungan berbagai pihak yang dilakukan Selasa (23/9/2025) kemarin untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi riil di lapangan.
Langkah tersebut dinilai penting agar solusi yang dirumuskan tidak hanya sebatas wacana, melainkan bisa menjawab persoalan nyata.
“Apakah benar data yang diberikan dan kondisi asli di lapangan? Ini penting ya bagaimana kita bergerak ke depannya agar bisa betul-betul mencarikan solusi terbaik juga untuk menjaga Bali, supaya tidak ada bencana lagi seperti banjir,” katanya.
Ia menilai banjir tidak bisa disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan akumulasi berbagai persoalan mulai dari sampah hingga pelanggaran tata ruang.
Karena itu, ia menekankan perlunya komitmen dari dinas-dinas terkait dan dewan kabupaten/kota untuk bersikap lebih tegas.
Menurutnya, para anggota dewan di daerah pemilihan (dapil) masing-masing tahu persis kondisi lapangan sehingga peran mereka sangat krusial dalam mengawal penataan ruang.
Gek Diah, juga menekankan pansus bukan hanya mendengarkan laporan instansi, melainkan juga pendalaman data. Ia menyebut banyak informasi yang harus dicocokkan dengan fakta di lapangan.
“Kami perlu cross-check agar solusi yang ditawarkan tepat, termasuk bagaimana penegakan hukumnya. Persoalannya kompleks, jadi harus diluruskan dengan fakta. Begitu juga nanti dalam penegakannya akan disesuaikan dengan pelanggaran yang dilakukan,” katanya.
Ia menyatakan pansus berkomitmen menjaga keseimbangan antara iklim investasi dan perlindungan tata ruang. Ia menegaskan, Bali tetap terbuka untuk investasi, tetapi dengan syarat sesuai aturan.
“Ini seperti mencari benang dalam tepung. Benangnya tercabut, tapi tepungnya tetap utuh. Kita ingin investasi yang baik dan sesuai regulasi, sambil tetap tegas menindak pelanggaran,” pungkasnya. (jay/jon)








