
DENPASAR – Sebanyak 43 siswa SD Negeri 4 Dauh Puri, Denpasar Utara, menjadi korban banjir yang melanda kawasan sekitar Sungai Badung, Rabu lalu. Para siswa dilaporkan kehilangan seragam sekolah, buku, alat tulis, hingga tas.
Salah seorang wali murid, Ibu Kholifah, menyebut beberapa hari terakhir anak-anak sempat kesulitan beraktivitas karena perlengkapan sekolah hanyut terbawa banjir. “Anak saya kehilangan seragam dan buku, jadi sempat tidak ikut belajar,” ujarnya, Senin (15/9/2025).
Ia meminta para guru agar memberi motivasi kepada siswa atau anaknya agar tetap bersekolah. ” Saya minta kepada guru agar memberi motivasi kepada anak kami agar tetap semangat belajar, anak kami sudah masuk sekolah, kalau sebelumnya, anak kami liburkan ,” ujarnya.
Plt Kepala Sekolah SD 4 Dauh Puri, Atiningsih, membenarkan kondisi tersebut. Ia menegaskan pihak sekolah tetap berupaya menjaga proses belajar-mengajar. “Kalau hujan terus-menerus, kami akan meluncurkan pembelajaran alternatif sesuai kondisi,” jelasnya.
Sementara itu saat dikonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Denpasar saat ini adalah Anak Agung Gede Wiratama menyampaikan pihaknya masih melakukan pendataan sekolah terdampak di seluruh Kota Denpasar. “Kami sedang mendata siswa dan guru yang terdampak banjir. Sekolah yang sangat terdampak bisa menerapkan pembelajaran daring. Suksma,” ujarnya.
Sementara itu, pada Senin siang (15/9/2025), hujan deras kembali mengguyur Denpasar. Atas imbauan Disdikpora, sejumlah sekolah meliburkan siswa lebih awal untuk mengantisipasi banjir susulan. Di SMP Negeri 10 Denpasar, misalnya, para siswa dipulangkan pukul 12.00 WITA.(sur)








