
BANGLI – Kabupaten Bangli juga menjadi salah satu daerah yang terdampak bencana alam akibat hujan deras yang mengguyur tanpa henti selama dua hari berturut-turut, sejak Selasa (9/9/2025) hingga Rabu (10/9/2025).
Hampir seluruh kecamatan di Bangli dilaporkan mengalami bencana, mulai dari tanah longsor, pohon tumbang, hingga terjangan air bah.
Kepala Pelaksana BPBD-Damkar Kabupaten Bangli, I Wayan Wardana, didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik, I Ketut Agus Sutapa, menjelaskan bencana terjadi secara merata di empat kecamatan.
“Hujan deras disertai angin yang terjadi selama 48 jam terakhir telah menyebabkan longsor dan kerusakan hampir merata di seluruh Bangli,” ungkapnya, Rabu (10/9/2025).
Longsor Timbun Jalan di Tembuku
Di Kecamatan Tembuku, longsor dilaporkan terjadi di Desa Jehem, tepatnya di Jalan Raya Tingkadbatu. Tebing setempat runtuh sehingga material longsor dan bambu menutupi sebagian badan jalan. Tidak hanya itu, di perbatasan Desa Bangbang – Nongan juga terjadi longsor susulan yang membuat akses jalan terganggu.
Kintamani Diterjang Longsor dan Tembok Rumah Ambruk
Bencana juga melanda Kecamatan Kintamani. Sebuah tembok rumah warga yang masih dalam tahap pengerjaan ambruk akibat cuaca ekstrem di Banjar Dinas Klatakat, Desa Suter. Selain itu, Dinding Penahan Tanah (DPT) di ruas Jalan Raya Kintamani–Karangasem longsor sepanjang dua meter, membuat akses jalan rawan dilewati pengendara.
DPT Ambrol di Bangli, Akses Jalan Ditutup
Di Kecamatan Bangli, longsor juga menyebabkan DPT pada ruas jalan Desa menuju Pura Puseh Guliang Kawan, Desa Bunutin, ambrol sepanjang dua meter dengan ketinggian sepuluh meter. Kondisi ini membuat jalan rabat beton menuju pura dan beberapa permukiman warga terpaksa ditutup sementara demi keamanan.
Cuaca ekstrem juga merusak fasilitas pura di Desa Tamanbali. Sebuah Palinggih Bedugul di Pura Tengaling, Banjar Dinas Guliang Kangin, hancur setelah tertimpa pohon Kamboja.
Sementara itu, di Banjar Dinas Sidawa, DPT ruas jalan penghubung Sidawa–Tamanbali tergerus sepanjang satu meter, sehingga pengendara harus ekstra hati-hati.
Susut Diterjang Air Bah
Bencana tidak hanya berhenti di situ. Kecamatan Susut juga dilaporkan terdampak akibat terjangan air bah yang merusak lahan pertanian warga di Desa Selat Rudak. Meski begitu, BPBD memastikan hingga saat ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam bencana di Bangli.
“Dari semua bencana yang terjadi di Bangli, nihil korban jiwa maupun luka. Untuk kerugian material masih dalam proses pendataan,” jelas Agus Sutapa.
BPBD Lakukan Penanganan Darurat
Petugas BPBD bersama aparat desa, Polisi dan TNI dan warga sudah turun langsung ke lokasi terdampak untuk melakukan penanganan kedaruratan. Pembersihan material longsor, pemotongan pohon tumbang, serta penutupan akses jalan rawan terus dilakukan agar aktivitas warga bisa kembali normal.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat curah hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. (dus,yan)








