
DENPASAR – Amunisi muda kini menjadi fokus Bali United. Fokus itu dilakukan ditengh skuad Serdadu Tridatu terus mengasah kemampuan permainan terbaik mereka hingga memasuki pekan keempat latihan.
Meski ada tujuh pemain asing menjadi bagian dari Serdadu Tridatu dan beberapa pemain lokal serta pemain muda, namun pelatih kepala Bali United FC, Johnny Jansen pun terus memantau perkembangan beberapa pemain muda dalam timnya.
Amunisi itu diantarnya Maouri Ananda, Dillan Rinaldi, Ananta Krisna dan Reyner Barusu yang mulai mendapat kepercayaan dengan pelatih asal Belanda tersebut.
Bahkan dua nama terakhir adalah bagian dari Bali United U-20 yang saat ini menjalani program bersama tim senior selain dari pemain muda lainnya yang tengah tugas negara.
Ketiga pemain ini pun juga tampil saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC pekan lalu. Maouri bermain bersama tim satu sementara dua lainnya tampil bersama tim kedua Bali United FC.
“Saya pikir Maouri berkembang dengan sangat baik, lalu ada Dillan bermain yang cukup baik. Kemudian ada juga Krisna dan Iner sebagai pemain muda yang mulai menunjukkan perkembangan mereka,” ungkap Johnny Jensen.
Seperti yang diketahui, musim ini kompetisi Super League 2025/26 mewajibkan pemain U23 wajib bermain minimal selama 45 menit.
Jika musim lalu kerap tampil Kadek Arel dan Rahmat Arjuna, maka di bawah asuhan Johnny Jansen beberapa pemain muda lainnya juga berkesempatan tampil yang sama. Termasuk keempat nama yang tengah dipantau perkembangan mereka dalam latihan beberapa pekan terakhir.
Selain beberapa nama tersebut, ada pula nama Made Tito yang cukup berprestasi di lapangan tengah. Namun dirinya masih tengah berjuang untuk mengembalikan kondisi kebugaran fisiknya pasca pemulihan dari cedera.
“Tito mungkin masih memerlukan waktu untuk bisa benar-benar kembali. Saya harap dia segera bugar untuk bisa kembali membantu tim ini,” jelas Johnny, baru- baru ini.
Selain memaksimalkan pemain muda dalam timnya, mantan pelatih PEC Zwolle ini juga membangun program jangka panjang dengan menghadirkan pelatih Bali United Academy untuk melihat program yang diberikan di tim senior.
Hal itu dilakukan dalam dua minggu terakhir dengan memberikan kesempatan setiap pelatih dari Akademi untuk mengikuti sesi latihan di tim senior.Program ini dilakukan agar materi latihan berkesinambungan dari akademi, youth hingga nantinya menjadi bagian dari tim senior.
Dengan demikian, Bali United mulai kuat dari akar hingga puncak dari tim Serdadu Tridatu. (ari/jon)








