
BADUNG – Jumlah peserta didik baru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Badung meningkat. Dari sebelumnya berjumlah 55 orang, tahun ini sebanyak 75 orang.
Kepala SLBN 1 Badung Ni Nyoman Suwastarini mengungkapkan, puluhan peserta didik baru itu tersebar di berbagai jenjang. Pada tingkat TKLB B terdapat 3 anak tunarungu yang seluruhnya merupakan siswa baru.
Di tingkat SDLB, terdapat 3 anak tunarungu di kelas 1 SDLB B, 15 anak tunagrahita di kelas 1 SDLB C, dan 1 anak tunadaksa di kelas 1 SDLB A. Selain itu, ada pula siswa pindahan tunagrahita di kelas IV SDLB C sebanyak 5 anak dan di kelas VI SDLB C sebanyak 1 anak.
Untuk jenjang SMP Luar Biasa, di kelas VII SMPLB B terdapat 2 anak tunarungu dan di VII SMPLB C tercatat 18 anak tunagrahita. Sementara di jenjang SMA Luar Biasa, X SMALB B menampung 9 anak tunarungu dan X SMALB C menerima 18 anak tunagrahita.
“Yang paling banyak dari anak keterbatasan tunagrahita atau hambatan berpikir,” ungkapnya dihubungi Senin (21/7), yakni di hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Dia kembali menyampaikan, penerimaan siswa baru ini tidak hanya datang dari pendaftar reguler. Melainkan juga siswa pindahan dari beberapa sekolah umum, seperti SDN Benoa hingga SD di Sukawati. Berdasarkan laporan psikolog, sebagian besar siswa pindahan tersebut memiliki IQ di bawah rata-rata, yakni sekitar 65. Kondisi inilah yang kemudian mendorong orang tua maupun sekolah asal, untuk mengarahkan anak-anak tersebut mendapatkan pendidikan yang lebih sesuai yakni di SLBN.
“Jadi sekolah negeri semakin peduli kepada siswanya bahwa anak ini harus mendapatkan penanganan pendidikan yang lebih tepat sehingga lebih baik diarahkan ke SLBN,” tambahnya. (adi)








