
KARANGASEM–Bencana alam melanda Kabupaten Karangasem, dengan dua kejadian yang berbeda. Pertama, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Muncan mengalami kerusakan parah setelah tertimpa pohon kelapa, Sabtu (5/7/2025) pagi.
Pohon tersebut diduga tumbang akibat angin kencang dan hujan yang terjadi di sekitar wilayah tersebut. Kerusakan terjadi pada tiga ruang kelas, dengan ruang kelas V mengalami kerusakan paling parah.
Kedua, tanah longsor terjadi di Banjar Dinas Batu Gede, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat pada Minggu (6/7). Longsoran menutup akses jalan dari Kecamatan Manggis menuju Kecamatan Selat dan sebaliknya. BPBD Karangasem akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menerjunkan alat berat ke lokasi untuk penanganan.
Kedua kejadian tersebut menimbulkan kerugian dan gangguan bagi masyarakat. SDN 5 Muncan kemungkinan akan menggunakan dua shift belajar untuk tahun ajaran baru, sementara tanah longsor menyebabkan tiang listrik milik PLN miring dan berpotensi rebah jika tidak segera ditangani.
Kepada SDN 5 Muncan, I Wayan Gede Arsa mengatakan bahwa pohon kelapa yang tumbang tersebut berada tepat di belakang sekolah.
“Pohon kelapa tumbang menyebabkan kerusakan parah pada tiga ruang kelas di SDN 5 Muncan, terutama ruang kelas V yang tertimpa langsung,” kata Gede Arsa.
Kerusakan akibat pohon tumbang di SDN 5 Muncan sangat parah, dengan atap bangunan yang rusak dan kap baja yang tidak lagi stabil. Beruntung saat kejadian tidak ada aktivitas karena sekolah sedang libur.
“Tahun ajaran baru nanti mungkin akan sedikit terganggu karena tiga ruangan yang rusak tidak bisa digunakan sebelum diperbaiki secara total,” jelas Arsa.
Sementara itu, tanah longsor yang terjadi di Banjar Dinas Batu Gede, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem, menutup akses jalan antara Kecamatan Manggis dan Kecamatan Selat.
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, menyatakan bahwa longsoran berupa campuran tanah dan bebatuan yang cukup besar dan tidak memungkinkan untuk dikerjakan secara manual.
BPBD akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menerjunkan alat berat ke lokasi untuk penanganan.
Longsor ini menyebabkan tiang listrik milik PLN miring dan berpotensi rebah jika tidak segera ditangani. Dua kepala keluarga yang tinggal di dekat lokasi longsor memilih untuk tinggal sementara di rumah kerabat karena khawatir terjadi longsor susulan. Arimbawa mengimbau para pengendara untuk selalu waspada saat melintas di jalan yang menghubungkan Kecamatan Manggis dan Kecamatan Selat karena struktur tanahnya yang labil.
“Ada dua titik longsor yang menutup akses jalan di wilayah tersebut, sehingga cukup sulit untuk dilalui oleh kendaraan karena kondisinya masih labil,”ucapnya. (wat)








