
GIANYAR – Transisi epidemiologi yang terjadi di berbagai negara telah menyebabkan pergeseran pola penyakit, sehingga PTM lebih banyak ditemukan di masyarakat. PTM yang pada awalnya lebih banyak ditemukan pada kelompok usia lanjut saat ini telah banyak ditemukan pada kelompok usia produktif, bahkan anak-anak.
Salah satu faktor yang diyakini menjadi penyebab terjadinya pergeseran pola penyakit dan perkembangan PTM tersebut adalah gaya hidup tidak sehat serta faktor stres. Saat ini, PTM merupakan penyebab kematian utama terbesar di dunia dengan persentase hingga mencapai 73%.
Profil Kesehatan Gianyar melaporkan bahwa hipertensi dan Diabetes melitus (DM) menempati urutan ke-1 dan ke-5 dari 10 besar penyakit di Kabupeten Gianyar Tahun 2023, dan pelayanan skrining kesehatan seuai standar pada penduduk usia produktif hanya mencapai 79,7% atau sebesar 180.188 orang dan sebesar 29.912 orang diantaranya memiliki faktor risiko PTM.
Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat untuk memperoleh pelayanan skrining perlu ditingkatkan, terutama pada masyarakat yang berisiko.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dosen dan Mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Denpasar yang diketuai oleh Nur Habibah, S.Si., M.Sc dengan anggota tim Dr. drg. I Gusti Agung Ayu Dharmawati, M.Biomed dan Ni Nyoman Astika Dewi, S.Gz., M.Biomed melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang bertajuk “Edukasi Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Pemeriksaan Kesehatan Serta Pelatihan Pembuatan Teh Herbal Daun Salam-Kemangi Sebagai Upaya Pencegahan PTM Pada Kelompok Warga Usia Produktif di Desa Medahan, Blahbatuh, Gianyar, Bali”, melalui kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan.
Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Desa Medahan, Gianyar tersebut berlangsung pada Hari Kamis, 26 Juni 2025. Kegiatan diawali dengan sambutan dan pembukaan secara resmi oleh Kepala Desa Medahan, I Wayan Buana, yang menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat sebagai upaya peningkatan kesehatan dan deteksi dini PTM bagi warga usai produktif di Desa Medahan.
Selain itu Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkala dengan sasaran lainnya sehingga dapat diperoleh manfaat kegiatan yang lebih luas.
Ketua tim pengabdi, Nur Habibah, S.Si., M.Sc., menyatakan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan merupakan bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi vokasi kesehatan dalam upaya peningakatan derajat kesehatan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang apa itu PTM, faktor risiko PTM, deteksi dini PTM serta bagaimana cara pengendalian dan pencegahan PTM sehingga dapat memberikan dampak positif yang nyata kepada masyarakat” ujarnya.
Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat setempat. Sebanyak 32 orang warga usia produktif berpartisipasi dalam kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan.
Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi pengukuran tinggi badan dan berat badan, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar glukosa darah menggunakan metode Point-of-Care Testing untuk deteksi dini DM serta konsultasi kesehatan.
Hasilnya menunjukkan sebanyak 61,3% sasaran memiliki IMT >24,9 yang mengindikasikan kelebihan berat badan, sebanyak 29,03% sasaran memiliki tekanan darah > 140/90 mmHg yang mengindikasikan kemungkinan hipertensi dan 3,2% memiliki kadar glukosa darah sewaktu >200 mg/dL yang mengindikasikan risiko DM.
Temuan ini penting untuk intervensi lanjutan dengan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas pelayanan kesehatan, terutama pada masyarakat yang berisiko.
Tidak hanya berfokus pada skrining, kegiatan juga disertai dengan sesi edukasi PTM. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat sasaran tentang PTM sebesar 19,4%.
Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Denpasar, khususnya Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, berharap dapat terus membina hubungan kemitraan yang berkelanjutan dengan masyarakat dan pemerintah Desa Medahan, serta turut serta dalam upaya mewujudkan masyarakat sehat. (*/jay)








