
BULELENG – Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Tim Inspektorat Daerah (Inspekda) Provinsi Bali terkait pembuatan ‘Teba Modern’ oleh semua organisasi perangkat daerah (OPD) disambut hangat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng.
Tak hanya ‘Teba Modern’ yang dibangun sebagai wujud komitmen bersama dalam penanganan sampah berbasis sumber, kepada tim pemantau pelaksanaan Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Bali Nomor 2 tahun 2025 tentang Implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai juga ditunjukkan pemanfaatan ‘Filter Osmosis’ untuk sediaan air PDAM siap minum dan pengisian ‘tumbler’ dan Lampu Solar Panel untuk penerangan halaman kantor.
“Sesuai SE Sekda Provinsi Bali, kami sudah membangun Teba Modern dihalaman depan kantor untuk pengelolaan sampah organik berbasis sumber,” tandas Kepala Kesbangpol Kabupaten Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono saat menerima Tim Inspekda Provinsi Bali, Selasa (17/6/2025).
Mantan Kabag Umum Setda Buleleng ini memaparkan, pembangunan Teba Modern merupakan wujud komitmen bersama seluruh OPD di Bali dalam melaksanakan Gerakan Bali Resik guna mewujudkan lingkungan yang bersih, khususnya dari sampah plastik.
“Untuk penanganan sampah organik berbasis sumber, kita sudah membuat sarana prasarana berupa Teba Modern, sementara untuk mengurangi timbulan sampah anorganik, sampah plastik sekali pakai kita laksanakan wajib penggunaan tumbler oleh seluruh karyawan,” jelasnya.
Beberapa inovasi juga telah dilakukan dalam mewujudkan Eco-Office atau Kantor Peduli Lingkungan, antara lain penggunaan Lampu Solar Panel untuk penerangan halaman sebagai upaya penghematan energi dan pemanfataan Filter Osmosis untuk sediaan air PDAM siap minum dan pengisian tumbler.
“Pemanfataan Filter Osmosis juga merupakan salah satu upaya penghematan, efisiensi anggaran sekaligus dukungan terhadap program wajib tumbler. Karena, dengan penggunaan Filter Osmosis, air PDAM bisa langsung diminum atau untuk pengisian tumbler, termasuk sediaan air untuk tamu tanpa harus membeli air galon yang juga cukup memberatkan dan merepotkan,” pungkasnya. (kar/jon)








