
BADUNG – Bali Villa Rental and Management Association (BVRMA) menggelar sebuah event perdananya yang bertajuk ‘Bali Villa Connect’, di Four Points by Sheraton, Seminyak, Kamis (12/6/2025). Kegiatan tersebut adalah sebuah konferensi dan pameran, yang berfokus pada masa depan bisnis villa di Bali.
Ketua Umum BVRMA, Kadek Adnyana mengungkapkan, Bali Villa Connect akan menjadi wadah utama bagi para profesional industri, pemilik vila, manajer properti, investor, dan pihak terkait lainnya untuk bertemu, berbagi wawasan, serta memperluas jaringan. Menyadari pesatnya dinamika pasar sewa liburan di Bali, acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang trend terkini, inovasi teknologi, strategi pengelolaan yang efektif, serta peluang investasi yang menjanjikan.
Dalam acara ini, para peserta memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para pemimpin industri, mengikuti sesi diskusi yang informatif, dan menjelajahi beragam solusi serta layanan dari penyedia terkemuka di sektor sewa vila. Acara ini juga dirancang untuk mendorong kolaborasi dan praktik terbaik demi keberlanjutan serta pertumbuhan industri sewa vila di Bali.
“Melalui event pertama kita ini, kita saling bertemu antara vendor, kemudian vila rental, dan ada Bali Wedding Association juga. Di sini kita connect, kita berkolaborasi dan bekerjasama mengenai apa yang bisa kita lakukan ke depan untuk memperkuat bisnis masing-masing dan bermanfaat bagi Bali dalam mempertahankan pariwisata budayanya,” ungkapnya.
Meski baru pertama kali dilaksanakan, pelaksanaan kegiatan tersebut ternyata mendapat sambutan yang sangat luar biasa. Dari puluhan yang awalnya terdaftar, ada ratusan peserta yang hadir. “Bagi kami, kegiatan ini sangatlah penting. Karena selain membangun networking, di sini kita juga bisa belajar bagaimana membuat fotografi yang baik, wedding yang baik, menciptakan sustainable tourism dari sisi ecotourism, meningkatkan okupansi vila, dan lain sebagainya. Di sini juga bisa menjadi tempat untuk mencari solusi terhadap persoalan atau kendala yang dihadapi selama ini,” bebernya.
Diakui dia, dalam bisnis sewa vila, kini masih hangat diperbincangkan mengenai maraknya vila bodong. Melalui BVRMA, hal itupun dipastikan telah disuarakan dan bekerjasama bersama pemerintah untuk melakukan penataan. “Penataan dunia pervilaan ini sangat penting sekali, agar tidak terjadi ketimpangan di dunia bisnis, seperti perang harga, dan lain sebagainya,” imbuhnya. (adi)








