
GIANYAR – I Nyoman Karya yang merupakan sosok penemu teknik angkat geser bangunan Bali meninggal dunia. Ia menghembuskan nafas terakhir di usia 62 tahun karena sakit.
Putra bungsu almarhum, I Made Darma saat dihubungi, Selasa (20/5/2025) mengatakan, jenazah sang ayahanda masih dititipkan di RSUD Sanjiwani, Gianyar. “Meninggalnya pas hari raya Galungan sore hari. Rencananya akan dilakukan upacara mekingsan di geni sambil menunggu ngaben massal di desa adat, ” kata I Made Darma.
Almarhum asal Banjar/Desa Adat Banda, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, menemukan teknik angkat geser bangunan Bali mulai tahun 1997 dan mulai diterapkan tahun 2000-an.
Awalnya, banyak masyarakat yang meragukan teknik ini. Namun, seiring berjalannya waktu akhirnya bisa dibuktikan kepada masyarakat yang ingin meninggikan atau menggeser bangunan Bali tanpa harus mengganti baru.
Bangunan dimaksud seperti candi bentar, candi kurung, bantaran pelinggih, piyasan, bahkan balai dangin dan balai kukul yang ukurannya cukup besar. Almarhum sudah berkeliling Bali menerapkan teknik ini.
I Nyoman Karya yang menekuni pekerjaan sebagai tukang dan hanya lulusan SD melakukan eksperimen menggunakan dongkrak hidrolik, papan kayu berukuran besar serta roda dari pipa besi agar bangunan tidak rusak akibat getaran. Kemudian, bangunan diikat memakai bambu.
Kini, kelompok tukang di wilayah Desa Adat Banda menerapkan teknik almarhum dengan menyediakan jasa angkat geser. Terlebih, masyarakat yang kehilangan pekerjaan saat Covid-19 ikut menekuninya.
Banyak juga bangunan kuno yang berhasil ditinggikan atau dipindahkan tanpa harus mengganti baru. Meski demikian, beberapa kali almarhum mengalami kendala teknis.
Hingga meninggal, almarhum belum bisa mendaftar Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas temuannya. Almarhum pun meninggalkan dua anak dan satu istri.
“Semoga kami anak-anaknya bisa meneruskan cita-cita almarhum, ” harap Darma. (jay)








