
DENPASAR – Kejuaraan dunia panjat tebing akhirnya berakhir happy ending karena bsa digelar di Bali, 1-4 Mei 2025. Happy Ending karena membawa kejuaraan dunia panjat tebing di Peninsula, Nusa Dua perlu pengorbanan tinggi sebelumnya.
Perjuangan ekstra keras dalam bidding. Tak tanggung-tanggung tercatat 221 Atlet dari31 negara dunia, bakal ambil bgian di even kejuaraan dunia panjat tebing yang digelar IFSC atau organisasi dunia panjat tebing.
“Kami Bersyukur karena membawa kejuaraan dunia ini bukan tanpa pengorbanan tapi sangat butuh perjuangan dan pengorbanan sangat keras. Kami harus bidding bersama negara lain yang juga ikut bidding agar bisa menjadi tuan rumah. Akhirny kami Indonesia menjadi tuan rumah bahkan tidak di Jakarta tapi di Bali. Semoga bermanfaat bagi masyarakat bali,” tutur Ketua Umum PB FPTI, Yenny Wahid di rumah dinas Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (1/5/2025).
Yenny Wahid juga mengapresiais dukungan maksimal yang diberikan Pemprov Bali, untuk dapat terpilih sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Panjat Tebing tidaklah mudah, karena harus bersaing dalam bidding, dan harus dinilai layak dari berbagai unsur.
kejuaraan IFSC Climbing Wolrd Cup Bali 2025 dibuka secara resmi Jumat 2 Mei di Peninsula Island Nusa Dua Bali, dan akan berlangsung hingga 4 Mei mendatang.
Tercatat 221 atlet atlet panjat tebing dunia termasuk Indonesia dari 31akan bersaing secara sportifuntuk meraih podium tertingga bersaing dengan ratusan atlet lainnya dari 31 negara.
Di lain pihak, Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta juga memberikan apresiasi ke Yenny wahid karena telah sukses berkoordinasi sehingga bisa membawa even dunia tersebut ke Pulau Dewata.
“Terima Kasih masyarakat Bali, khususnya Ibu Yenny Wahid yang sukses berkoordinasi dan membawa even dunia ini ke Bali,” tandas Giri Prasta. (ari/jon)








