
BADUNG – Meski harus berhadapan dengan pasang surut air laut, pelaksanaan pekerjaan Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II Pantai Kuta-Legian-Seminyak masih terus berprogres. Akses kerja telah tuntas dirampungkan, dan akan dilanjutkan dengan pembangunan breakwater.
Project Manager Adhi-Minarta JV, Ardian Saputra menuturkan, untuk pembuatan akses kerja, terhitung sudah rampung pada 25 April lalu. Sementara untuk pembangunan breakwater, dijadwalkan terlaksana mulai awal bulan Mei nanti.
“Untuk pekerjaan akses kerja, itu sudah selesai tanggal 25 April lalu. Dan akan dilanjut dengan pekerjaan breakwater,” ungkapnya, Selasa (29/4/2025).
Pekerjaan breakwater, katanya akan dimulai dengan menyentuh breakwater eksisting. Bentuk breakwater bersangkutan akan dimodifikasi dari detached breakwater (tidak menerus) menjadi menerus.
“Untuk breakwater, akan dimulai dengan pekerjaan breakwater modifikasi terlebih dahulu. Dengan rencana tanggal 1 Mei sudah bisa diawali pekerjaan silt protector,” bebernya.
Material dibutuhkan, sambung dia, akan didatangkan secara simultan menyesuaikan dengan kebutuhan. “Jadi untuk pendatangan material, nanti dia akan mengikuti kebutuhan di lapangan,” ucapnya.
Terpisah, hal senada disampaikan oleh PPK Sungai Pantai I Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, Bambang Kardono. Kata dia, setelah pembangunan ulang breakwater eksisting, maka pekerjaan akan berlanjut pada pembangunan empat breakwater baru.
Untuk melaksanakan pekerjaan tersebut, pasang air laut diakui akan menjadi sebuah tantangan. Namun hal itu dipastikan telah diantisipasi dengan memperhatikan jadwal pasang surut air laut. “Jadi kita bisa prediksi untuk pelaksanaannya di lapangan,” pungkasnya. (adi)








