
MANGUPURA – Kabar berkeliarannya Pegawai Negeri Sipil ( PNS) ‘bodong’ di Puspem Badung, menjadi pergunjingan di kalangan pegawai bahkan masyarakat Badung. PNS abal-abal berinisial IKAS ini bisa bebas keluar masuk kantor tanpa ada yang mencurigai. Parahnya, dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) keterangan pekerjaannya adalah PNS. Lho kok?
Dari penampilan, IKAS yang diketahui berasal dari Banjar Pengipian, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kuta Utara, memang sangat meyakinkan. pakaian dan atribut PNS selalu melekat, tak lupa name tag kebanggaan sebagai PNS Badung selalu dikenakan. Banyak pihak termasuk pejabat berhasil dikelabui. Dari informasi, yang bersangkutan sudah bergaya layaknya PNS sejak tahun 2023.
Saking meyakinkannya, IKAS bisa masuk dan ikut serta dalam kegiatan pimpinan. Di akun media sosial pribadinya juga kerap memasang foto bersama pimpinan, Bupati maupun Wakil Bupati. Namun sepak terjangnya terhenti, itu pun secara tak sengaja.
IKAS yang kerap mengaku menjabat di Inspektorat, sempat berselisih paham dengan sesama pegawai di jalan. Saat itu yang bersangkutan dianggap arogan di jalan, kemudian dihentikan. Selanjutnya, name tag difoto dan dicek ke bagian kepegawaian.
Hasilnya, NIP yang terpampang ternyata tidak terdata. Nama yang bersangkutan pun tidak ada dalam daftar kepegawaian, baik PNS, PPPK, maupun pegawai kontrak. Hal ini pun diakui oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Badung I Gede Wijaya.
“Setelah mendapat informasi itu (PNS bodong), kita langsung melakukan pengecekan. Dan memang tidak ada datanya, baik sebagai PNS, PPPK, calon PPPK, maupun dalam data base pegawai non ASN,” terang Wijaya.
Namun demikian, yang bersangkutan sempat dipanggil dan meminta maaf. Pihaknya pun telah melaporkan masalah ini kepada Bupati. Disinggung apakah akan melapor ke polisi, Wijaya menyatakan bila ada masyarakat yang merasa dirugikan dipersilahkan melapor ke pihak berwajib.
Dibagian lain, berdasarkan informasi IKAS diduga mengalami depresi, lantaran keinginannya menjadi PNS tak kunjung terwujud. Tapi informasi lain, IKAS yang juga sempat mengaku menjadi pegawai di sekretariat dewan dan Dinas Kebudayaan, juga kerap mengurus proposal hibah. Sebagian proposal hibahnya bahkan saat ini sudah lolos sampai di meja Bupati Badung. (lit,dha)








