
DENPASAR- Karya pujangga besar abad ke 20 yang pernah di miliki Bali, Ida Pedanda Made Sidemen akan dibuatkan museum. Pemerintah Kota Denpasar pun mendukung rencana Pembangunan Museum yang rencananya berlokasi di Kawasan Sanur.
Hal ini terungkap saat pengurus Yayasan Guna Dusun beraudiensi dengan Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, di Kantor Walikota Denpasar, Jumat (21/3/2025).
Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, IB Yoga Adi Putra, Kepala Bappeda Kota Denpasar, I Putu Wisnu Wijaya Kusuma, Kaban BPKAD Kota Denpasar, Ni Putu Kusumawati, Kadis PU Kota Denpasar, AA Ngurah Bagus Airawata, serta tim Yayasan Guna Dusun.
Ketua Yayasan Guna Dusun, IB Made Susena mengatakan tujuan pembangunan Museum Ida Pedanda Made Sidemen ini untuk melestarikan serta akan memperkenalkan karya-karya dari Ida Pedanda Made Sidemen. Harapanya nanti karya Ida Pedanda Made Sidemen dapat dipelajari dan dikenal oleh masyarakat luas.
“karya-karya yang berbentuk lontar akan kami buatkan duplikat sehingga yang asli tetap bisa dipajang dan duplikatnya dapat dipelajari oleh masyarakat. karya yang berbentuk pahatan akan kami pajang berupa foto atau gambar mengingat semua karya pahatan tersebut berbentuk pretima dan telah disungsung di beberapa pura,” ujarnya.
Rencananya museum ini akan dibangun di Jl. Danau Buyan IV, Br. Taman Sari Sanur. Tak hanya sebagai museum, rencananya tempat ini juga akan digunakan sebagai tempat belajar bagi generasi muda untuk mengenal lebih luas karya dari Ida Pedande Made Sidemen.
“Dan kami berharap nantinya dengan adanya museum ini dapat menyebar luaskan karya-karya seperti lontar dan bentuk karya pahat dari ida pedanda made sidemen,” pungkas IB Susena.
Catatan dari berbagai sumber menerangkan, Ida Pedanda Made Sidemen tidak hanya lihai dalam bidang sastra, tetapi juga dalam bidang kriya. Karya pahatannya hingga kini masih di sungsung pada sejumlah pura sebagai pretima.
Bahkan perlengkapan upacaranya pelebonnya pun di buat sendiri sebelum beliau meninggal. Beliu melepaskan nafas terakhirnya di usia 126 tahu.
Kutipan karya sastranya yang menginspirasi banyak orang hingga kini adalah “Nandurin Karang Awak” dari geguritan “Selapah laku”. (*)








