
GIANYAR – Program Ketahanan Pangan di Desa Sidan, Gianyar, terus menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Sejak tahun 2021, program ini telah difokuskan pada pengembangan pertanian organik.
Menurut Perbekel Desa Sidan, Made Sukra Suyasa, program ketahanan pangan ini telah berhasil meningkatkan produksi beras organik di Desa Sidan.
“Kami telah berhasil meningkatkan produksi beras organik dari 3,5 ton per hektar menjadi 9 ton per hektar,” jelas Sukra Suyasa, Kamis (6/3/2025).
Program ini telah dilaksanakan di empat subak di Desa Sidan, yaitu Subak Kwalon, Subak Labak, Subak Dauh Labak, dan Subak Penampan, dengan luas lahan sekitar 24 hektar. BUMDes Desa Sidan telah menyediakan pupuk organik, bibit, dan keperluan lainnya untuk mendukung program ini.
Hasil panen beras organik ini telah dibeli oleh BUMDes Desa Sidan dan dijual ke pasar-pasar di Denpasar. Harga beras organik ini dijual sekitar Rp 24.000 per kilogram, yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga beras biasa yang dijual sekitar Rp 14.000 per kilogram.
Selain itu, Desa Sidan juga telah berhasil mengembangkan pupuk organik melalui program TPS3R (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu dan Terintegrasi).
“Pupuk organik ini telah dihasilkan sekitar 1 ton per hari dan diberikan kepada petani organik untuk mengembalikan unsur hara di dalam tanah,” ujarnya.
Program Ketahanan Pangan di Desa Sidan ini telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dan telah menjadi contoh bagi desa-desa lain di Bali. (jay)








