Badung

Polisi Hapus Kode Website Peredaran Narkoba Jaringan Hydra

BADUNG – Tim gabungan Satuan Reserse Narkoba Polres Badung bersama Bhabinkamtibmas melakukan penghapusan tanda atau kode website peredaran narkoba jaringan hydra di wilayah Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kamis (16/5/2024).

Pengapusan vandalisme kode website menggunakan cat semprot itu dilakukan di sepanjang Jalan Raya Padonan sampai Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara. Kegiatan dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Badung AKP Muhammad Taufik Effendi

“Ada sekitar 50 titik vandalisme bertuliskan DARKNET FORUM 2ROADS,CC. TG@sativavsembot weed, dan CANNASHOP.ID yang dihapus. Kami juga dibantu oleh petugas Linmas,”ujar AKP Muhammad Taufik Effendi, mewakili Kapolres Badung AKBP Teguh Priyo Wasono, Jumat (17/5).

Ia menegaskan, penghapusan tanda narkoba jaringan hydra bertujuan agar masyarakat tidak resah terkait keberadaan kode tersebut di beberapa tempat.
“Dalam upaya pencegahan peredaran narkoba kita lakukan penghapusan kode-kode tersebut biar tidak di akses oleh masyarakat khususnya yang ada hubungannya dengan sindikat narkotika,”tegasnya.

AKP Taufik mengimbau masyarakat yang mengetahui adanya tanda serupa atau mengetahui adanya peredaan narkoba agar melapor ke pihak Kepolisian terdekat (Bhabinkamtibmas) untuk dilakukan upaya-upaya pencegahan.

Seperti diwartakan, Bareskrim Polri menggerebek kebun ganja dan pabrik ekstasi serta sabu di salah satu vila Jalan Pemelisan Agung, Gang Anggrek nomor 4, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung,Kamis (2/5/2024) sekitar pukul 14.00 WITA.

BACA JUGA:   Lawang Pitu Rilis Album ‘Anugerah Harmoni’, Siapkan Lagu Khusus untuk Bali

Kabareskrim Komjen Wahyu Widada mengatakan, penggerebekan dilakukan, berdasarkan hasil pengembangan pada pengungkapan kasus clandestine laboratorium di wilayah Sunter, Jakarta, pada 4 April 2024 milik FP. “Sebelum penangkapan, satu orang berinisial lM kabur ke Bali,”ujar Komjen Wahyu Widada saat jumpa pers, Senin (13/5/2024).

Tim Subdit III Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim melakukan join operation dengan Ditjen Bea Cukai, Kanwil Bea Cukai Bandara Soetta, Kanwil Bea Cukai Bali dan Imigrasi.

Setelah dilakukan pengembangan dan penyelidikan mendalam, diketahui ada empat lokasi untuk pengiriman bahan kimia dan satu lokasi sebagai clandestine laboratory dengan keterlibatan beberapa orang WNA Ukraina berinisial IV dan MV. Seorang warga Rusia berinisial KK dan IM yang merupakan WNI DPO clan lab Sunter.

“IV dan MV yang berperan sebagai peracik dan pengendali. Kami masih melakukan pengejaran terhadap dua warga Ukraina RN dan OK yang berperan sebagai pengendali,”beber Wahyu Widada didampingi Kapolda Bali Irjen Ida Bagus Putra Narendra.

Pada clandestine laboratorium yang ditemukan di vila disita baran bukti alat cetak ekstasi, hydroponic ganja 9.799 gram, mephedrone 437 gram, ratusan kilogram berbagai jenis bahan kimia prekursor pembuatan narkoba jenis mephedrone dan hydroponic ganja, serta berbagai macam peralatan laboratorium pembuatan mephedrone dan hydroponic ganja.

BACA JUGA:   Sanggar Tari Werdhi Kumara Jaya, Wakili Badung pada Parade Gong Kebyar Wanita PKB Ke-46

Tim gabungan juga melakukan penangkapan terhadap pengedar jaringan hydra berinisial KK dengan barang bukti ganja 382,19 gram, hashis 484,92 gram, kokain 107,95 gram, dan mefedrone 247,33 gram.

“Pada penangkapan ini, tim berhasil melakukan penangkapan terhadap dpo clandestine laboratorium sunter (penangkapan sebelumnya jaringan freddy pratama) berinisial IM dan pada tersangka tersebut ditemukan barang bukti sabu sebanyak 6 kg,”bebernya.

Berdasarkan keterangan tersangka, sebagaian bahan dan peralatan dipesan dari Cina. Bibit ganja dikirim dari Rumania. sistem kerja ganja hydroponic sudah moderen dan sistematis karena sudah di setting sedemikian rupa dengan adanya lampu ultraviolet, alat pengukur ph, pemberian air, oksigen serta pupuk secara otomatis dan teratur sehingga bunga ganja yang di hasilkan kualitasnya sangat baik.

Komjen Wahyu Widada menyampaikan, vila yang dijadikan lab didesain sedemikian rupa sejak setahun lalu. Tersangka berdalih belajar meracik narkoba secara otodidak dari internet. Produksi ganja sudah sempat diedarkan. “Sekali produksi ganja 10 kg. Kalau narkoba lainnya 100 gram adan kristal ada serbuk. Omzet dalam kripto Rp4 miliar selama enam bulan,”tegasnya. (dum)

Back to top button