
foto: Area sekitar Pura Segara dan Tsunami Shelter Pantai Kuta yang kabarnya akan menjadi lokasi gelaran pameran dagang serangkaian WWF ke-10 Tahun 2024.
BADUNG – Pantai Kuta, disebut-sebut akan ikut menjadi salah satu venue dikunjungi oleh para delegasi World Water Forum (WWF) ke-10 Tahun 2024. Hal tersebut tidak dipungkiri adanya oleh Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana ketika dihubungi via ponsel Senin (13/5/2024).
“Dari pihak panitia sudah berkomunikasi dengan kami mengenai hal itu. Yakni sebagai tempat gelaran semacam pameran UMKM,” ungkapnya menuturkan kegiatan yang katanya bertajuk exhibition fair atau pameran dagang tersebut.
Pameran dimaksud rencana memanfaatkan area mulai pintu masuk Pasar Seni Desa Adat Kuta hingga Tsunami Shelter. Yakni dengan melibatkan ratusan pelaku UMKM. “Kami di Kuta diberikan 16 UMKM yang ditampilkan. Dengan klasifikasi, ada yang bergerak di kuliner, fashion, dan lain sebagainya,” bebernya.
Pameran dimaksud rencana digelar pada tanggal 20 hingga 25 Mei 2024. Meski demikian, dalam rentang waktu dimaksud, Pasar Seni dipastikan tetap buka. Selain menyediakan tempat dan ikut melibatkan UMKM dalam pameran, Desa Adat Kuta kabarnya juga akan ikut berperan dalam hal penjagaan keamanannya. Puluhan petugas Pam Swakarsa Desa Adat Kuta akan dikerahkan melalui pengaturan shift tertentu.
“Kami merasa terhormat sudah bisa ikut terlibat dalam kegiatan WWF. Kami ingin ajang ini berjalan dengan baik dan sukses,” sebutnya. Dalam pameran dimaksud, juga akan diramaikan dengan pementasan-pementasan kesenian. Yang mana untuk pementasan kesenian dimaksud diserahkan sepenuhnya kepada Desa Adat Kuta.
“Kebetulan kami di Desa Adat Kuta sudah membentuk Tim Kesenian Desa Adat Kuta yang merupakan gabungan dari 8 sanggar-sanggar tari di Desa Adat Kuta. Merekalah yang berkolaborasi menyiapkan pementasan selama pameran UMKM itu,” ungkapnya sembari menuturkan bahwa tari maskot Kuta, yakni Legong Kraton dipastikan akan menjadi salah satu tari yang dipentaskan nanti. (adi,dha)








