
KLUNGKUNG – Pilkada serentak 2024 di Kabupaten Klungkung memberikan peluang yang sama kepada tokoh masyarakat maupun politisi yang punya kemampuan dan berminat memimpin Klungkung lima tahun kedepan.
Pada Pilkada yang akan dihelat 27 November 2024 ini, semua kandidat memiliki peluang yang sama memenangi pertarungan. Sebab,dipastikan tidak ada incumbent yang bakal ikut dalam kontestasi itu.
Partai Politik di Klungkung pun mulai sibuk mempersiapkan kader maupun melirik pihak luar (non kader) dipersiapkan maju dalam Pilkada Klungkung. Tidak terkecuali Partai Hanura, mengisyaratkan mendukung paket non kader.
Secara aturan, Partai Hanura memang belum memenuhi syarat 20 persen dari jumlah kursi di DPRD Klungkung agar bisa mengusung kandidat di Pilkada. Namun peluang Hanura membangun poros ketiga (koalisi) sangat terbuka.
Partai besutan Oesman Sapta Odang yang akrab disapa OSO, bisa saja membangun koalisi dengan Nasdem serta Golkar. Hasil Pemilu 14 Februari 2024, Partai Hanura hanya mampu merebut tiga kursi di DPRD Klungkung dari 30 kursi yang diperebutkan.
Sementara Nasdem mendapat dua kursi serta Golkar tiga kursi. Jika koalisi tiga partai itu berhasil diwujudkan,dengan modal 8 kursi poros ketiga ini (Hanura, Nasdem,Golkar) sudah bisa mengusung calon di Pilkada Klungkung. Karena syarat bisa mengusung calon, minimal memiliki 6 kursi di DPRD Klungkung atau 20 persen dari jumlah kursi (30 kursi) di DPRD.
Ketua DPC Partai Hanura Klungkung I Wayan Buda Parwata mengatakan, dirinya masih melihat perkembangan politik di Klungkung.
“Kami masih melihat perkembangan situasi politik di Klungkung. Hanura belum berpikir bahas poros baru, Hanura Klungkung juga belum pernah membicarakan secara langsung di intern soal poros dimaksud,” tandas Buda Parwata dihubungi, Kamis (4/4/2024).
Ia mengatakan dirinya baru sebatas melakukan komunikasi dengan beberapa pimpinan partai untuk persiapan Pilkada serentak November 2024.
Secara teknis, menurutnya di internal Hanura baik pusat, DPD maupun DPC belum ada pertemuan membahas terkait arah koalisi dalam Pilkada serentak di Bali. Namun pihaknya sudah mulai melakukan komunikasi dengan tokoh-tokoh yang berminat menjadi Cabup dan Cawabup di Kabupaten Klungkung.
“Ini sebatas menjalin komunikasi saja. Usung sendiri jelas sudah tidak bisa, Hanura tahu diri untuk itu,” ungkapnya.
Bagi Buda Parwata, politik di Klungkung menjelang Pilkada masih sangat dinamis. Siapa saja berpeluang maju, baik dari kader maupun non kader. Bahkan termasuk tokoh-tokoh dari non partai.
“Semua berpeluang, baik kader, maupun di luar kader. Termasuk yang bukan orang partai seperti Wijaya dan Subamia juga mempunyai peluang (maju Pilkada),” ungkapnya.
Nama Wayan Subamia dan I Made Wijaya santer disebut-sebut berpeluang ikut bertarung pada Pilkada Klungkung 2024. Subamia, tokoh muda yang aktif sebagai Ketua KONI Klungkung ini kabarnya dilirik oleh sejumlah elit PDIP di Klungkung.
Sementara Made Wijaya merupakan pengusaha asal Nusa Penida, juga kabarnya getol mendekati sejumlah pengurus partai termasuk elit PDIP. Wijaya sendiri pernah duduk di DPRD Klungkung dari Partai Golkar. (yan)








