
DENPASAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali masih tetap optimis, bahwa partisipasi pemilih pada Pemilu Legislastif dan Pilpres 2024 bisa mencapai target yang ditetapkan 83 persen.
Penegasan itu disampaikan, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Bali, Gede John Darmawan saat dikonfirmasi via telepon, Senin (4/3/2024).
Menurut John Darmawan dari hasil penghitungan suara yang dilakukan secara berjenjang hingga rakapitulasi hasil Pemilu di tingkat kabupaten kota di Bali, rata-rata partisipasi pemilih telah mencapai diatas 80 persen. Bahkan angka partisipasi pemilih yang paling tinggi di Bali ada di kabupaten Badung.
“Partisipasi pemilih yang paling tinggi ada di kabupaten Badung 90 persen, Kabupaten Tabanan 88 persen,”ujar Joh Darmawan.
Mantan Ketua KPU Denpasar John Darmawan mengatakan, dari sembilan kabupaten kota di Bali, KPU mengkhawatirkan Kota Denpasar yang paling rendah partisipasinya untuk memilih. Kalau Kota Denpasar partisipasi masyarakatnya untuk memilih yang paling rendah, dipastikan target KPU Bali tidak bisa tercapai diangka 83 persen.
John Darmawan menyebutkan, pihaknya tinggal menunggu hasil pleno di Kota Denpasar, kalau partisipasinya rendah dipastikan tidak mencapai target sesuai yang diharapkan.
Sebab, berkaca pada pengalaman setiap pemilu, Kota Denpasar selalu paling rendah partisipasinya pada saat Pemilu bila dibandingkan dengan kabupaten yang lain di Bali. Meski demikian, sebagai penyelenggara Pemilu, KPU Bali masih tetap optimis bahwa target 83 persen bisa tercapai.
Sementara terkait dengan tahapan rekapitulasi di kabupaten kota, KPU Kabupaten yang telah menyerahkan hasil rapat plenonya baru empat kabupaten ke KPU Bali hingga Senin sore yakni Kabupaten Gianyar, Karangasem, Badung dan Tabanan. Sementara kabupaten lain ada yang sedang dalam perjalanan dan ada juga yang baru akan melaksanakan rapat pleno pada Selasa (5/3/2024).
“Untuk di KPU Bali, kita akan menggelar rapat pleno pada 8 Maret 2024 sesuai jadwal yang telah kita tetapkana,”ujarnya.
John Darmawan menambahkan, dari rapat pleno yang sudah diselesaikan di sejumlah kabupaten tidak banyak yang melakukan protes terhadap hasil Pemilu. Meskipun ada sedikit protes akan tetapi protes yang dilayangkan sejumlah saksi lebih pada kejelasan dan singkronisasi data.
“Rekapitulasi secara berjenjang telah dilakukan sesuai tahapan hingga rapat pleno berjalan lancar, dari protes yang ada tidak memberikan pengaruh besar terhadap hasil. Kita tetap berharap pelaksanaan Pemilu di Bali bisa berjalan aman, damai dan lancar,”pungkasnya. (arn/jon)








