
DENPASAR – Penghitungan perolehan suara sementara calon anggota DPRD Provinsi Bali periode 2024-2029 masih didominasi wajah-wajah lama dari semua fraksi yang ada saat ini.
Dari hasil Pemilu Legislatif 14 Pebruari 2024, PDI Perjuangan menguasai 32 kursi dari sembilan kabupaten kota di Bali. Penguasaan kursi yang paling banyak oleh PDIP dari 55 kursi yang ada sudah dipastikan posisi Ketua DPRD Bali akan tetap dijabat oleh kader PDIP.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali Dewa Mahayadnya yang dikonfirmasi, Minggu (3/3/2024) menyampaikan perolehan suara masing-masing kader dari Dapil Buleleng suara sementara tertinggi diraih Kadek Setiawan 34.343 suara, Ketut Rochineng 31.146 suara, Dewa Nyoman Rai 12.727 suara, Mangku Mertayasa 16.771 suara, Gde Kusuma Putra 24.261 suara dan Dewa Made Mahayadnya berhasil merebut 29.587 suara.
Lantas, siapa yang akan merebut posisi Ketua DPRD Bali pada periode 5 tahun kedepan, Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali Dewa Mahayadnya belum berani komentar.
“Untuk posisi Ketua DPRD Bali periode lima tahun kedepan, untuk saat ini saya no coment,”katanya singkat.
Sementara perolehan kursi kedua terbanyak setelah PDIP diisi kader-kader partai Gerindra. Dari sembilan kabupaten kota hanya Dapil Bangli yang tidak berhasil menempatkan wakilnya di DPRD Bali. Total perolehan kursi partai Gerindra di DPRD Bali 10 kursi.
Peningkatan perolehan kursi partai Gerindra, dari Dapil Denpasar yang sebelumnya tanpa memperoleh kursi pada pemilu 2019, akhirnya pada Pemilu 2024 berhasil memperoleh 2 kursi. Kursi tersebut direbut oleh Ketua DPD Gerindra Provinsi Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah) dengan 49.091 suara dan Zulfikar dengan 2.726 suara. Selain Denpasar, Dapil Buleleng juga mengalami peningkatan perolehan kursi dari 1 kursi menjadi 2 kursi.
Selanjutnya, Partai Golkar berada pada posisi ketiga dengan dengan 7 kursi. Perolehan kursi Pemilu 2024 mengalami penurunan 1 kursi dari Dapil Jembrana, caleg Gede Suardana sebagai caleg incumbent tidak berhasil lolos pada Pemilu 2024.
Dari 8 kursi sebelumnya menjadi 7 kursi dan kader Golkar yang lolos ke DPRD Bali, 2 kader Golkar merupakan pendatang baru yakni Agung Bagus Tri Candra Arka Dapil Badung yang mengalahkan incumbent Wayan Rawan Atmaja. Kader anyar Golkar Bali yang lolos ke DPRD Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih dari Dapil Buleleng yang merupakan putra Gde Sumarjaya Linggih anggota DPRRI.
Sementara partai Demokrat yang sempat menjadi partai penguasa diera kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada periode 2024-2029 hanya mampu menempatkan 3 orang kadernya yakni dari Kabupaten Jembrana, Buleleng dan Karangasem.
Pada periode sebelumnya Demokrat bisa membentuk satu fraksi dan menempatkan kadernya sebagai Wakil Ketua II DPRD Bali. Saat itu, Demokrat Denpasar dan Gianyar masing-masing merebut satu kursi sehingga bisa merebut jatah Wakil Ketua III DPRD Bali. Namun Pemilu 2024 kursi Demokrat tidak berhasil dipertahankan, pun demikian kursi Demokrat dari Dapil Gianyar.
Kemudian, partai Nasdem mengalami peningkatan perolehan kursi dari 1 kursi pada periode 2019-2024 meningkat menjadi 2 kursi pada periode 2024-2029. Kursi bertahan dari Dapil Buleleng dan masih direbut oleh DR. Somvir. Penambahan 1 kursi partai Nasdem dari kabupaten Karangasem yakni mantan Bupati Karangasem, Gusti Ayu Mas Sumatri berhasil merebut kursi DPRD Provinsi Bali.
Sementara partai PSI Bali masih tetap bertahan satu kursi dari Dapil Denpasar meloloskan incumbent Grace Anastasia Surya Widjaya. (arn/jon)








