
BULELENG – Tahapan pesta demokrasi yang terus bergulir dan kini sudah memasuki tahap rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat KPU Kabupaten/Kota, terus dikawal oleh jajaran Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Buleleng.
Meski kehilangan 1 kursi di DPRD Kabupaten Buleleng dari 5 menjadi 4 kursi, partai berlambang Burung Garuda ini sukses mengantarkan 2 kader terbaiknya menuju kursi DPRD Provinsi Bali, 1 orang kader terbaiknya menuju kursi DPR Republik Indonesia dan bersama partai kualisi Indonesia Maju memenangkan pasangan Capres-Cawapres No Urut 2 Prabowo-Gibran dengan 259.089 suara atau 57,34 % dari 451.869 suara sah Pilpres di Kabupaten Buleleng.
“Astungkara, berkat komitmen bersama partai dalam koalisi Indonesia Maju dan masyarakat Buleleng berhasil mengantarkan pasangan Prabowo-Gibran menuju kursi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029,” tandas Gede Harja Astawa selaku Ketua Tim Pemenangan Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Kabupaten Buleleng, Sabtu (2/3/2024).
Harja yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Buleleng mengungkapkan, perolehan suara Pilpres di Kabupaten Buleleng ini beda tipis dari target yang ditetapkan TKD Prabowo-Gibran Buleleng yakni 60 %.
“Patut kita syukuri bersama karena dari 9 Dapil, hanya 1 Dapil yakni Dapil 4 Kecamatan Tejakula, perolehan suara Prabowo-Gibran berada dibawah pasangan Capres-Cawapres No Urut 3, selebihnya Prabowo-Gibran berada diperingkat pertama dengan perolehan 259.089 suara atau 57,34 % dari 451.869 suara sah pada Pilpres 2024 di Kabupaten Buleleng,” terangnya.
Selain komitmen dari seluruh partai kualisi, perolehan suara Prabowo-Gibran ini juga tidak terlepas dari harapan masyarakat Bali Utara yang sangat membutuhkan pembangunan Bandar Udara Internasional sebagai pemicu percepatan pembangunan Kabupaten Buleleng yang dikenal sebagai pusat rancang bangun peradaban nusantara.
“Dan ini menjadi komitmen partai koalisi dan warga masyarakat Buleleng untuk kita kawal bersama menuju Pilkada Serentak 2024,” tegasnya.
Terkait 1 kursi DPRD Kabupaten Buleleng yang hilang, politisi berlatarbekalang pengacara ini menandaskan kehilangan satu kursi untuk meraih kursi yang lebih tinggi merupakan bagian dari resiko kontestasi politik dan harus diterima dengan lapang dada dan jiwa yang besar sebagaimana diajarkan bapak Prabowo Subianto.
“Kita akui dan hormati, partai lain lebih unggul di Dapil V Gerokgak sehingga raihan suara kader terbaik kita disana tidak cukup untuk meraih tiket menuju kursi di DPRD Buleleng. Dari sebelumnya 5 kursi, pada Pemilu kali ini kita hanya mampu meraih 4 kursi di DPRD Buleleng,” tandasnya.
Namun demikian, luka pada kontestasi DPRD Kabupaten ini terobati dengan peningkatan suara Partai Gerindra yang mampu mengantarkan 2 kader terbaik yakni Jro Nyoman Rai Yusa dan Gede Harja Astawa menuju kursi DPRD Provinsi Bali dan 1 kader terbaik menuju kursi DPR Republik Indonesia.
“Dari sebelumnya satu di DPRD Bali menjadi dua, dari sebelumnya tidak ada menjadi ada satu perwakilan Rakyat Bali diantarkan Gerindra menuju kursi DPR Republik Indonesia dan ini wajib kita syukuri bersama,” pungkasnya.(kar/jon)








