
GIANYAR – Penataan lahan eks Hardys Gianyar segera dieksekusi. Tak tanggung-tanggung, Pemkab Gianyar menggelontorkan anggaran mencapai Rp7 miliar untuk pembangunan pasar senggol.
Sebelumnya, pemerintah mewacanakan lahan eks Hardys tersebut untuk mall. Bahkan, desainnya telah rampung. Namun, tidak ada investor yang berminat sehingga dikaji ulang.
Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan, penataan lahan eks Hardys memasuki tahap tender dan sudah ada pemenangnya. Penataan ini dilakukan untuk menghilangkan kesan kumuh di jantung Kota Gianyar. Desain pasar senggol diharapkan tidak perlu mewah, tapi bersih, nyaman dan aman.
Kebijakan mengembalikan pasar sengol ini pun mendapat apresiasi dari Anggota Fraksi Demokrat, DPRD Gianyar, Ida Bagus Gaga Adi Saputra. Keberadaan pusat kuliner itu nantinya diharapkan tetap mempertahankan sinergitas dengan Desa Adat Gianyar.
Dengan pemanfaatan lahan eks Hardys, pembangunan pasar senggol Gianyar dinilai sangat tepat. Terlebih, strata pasar ini telah menjadi salah satu ikon bahkan branding bagi Kota Gianyar.
“Sejak awal saya sangat mengapresiasi keputusan Pemkab Gianyar untuk menjadikan lahan bekas Hardys sebagai lokasi Pasar Senggol. Artinya, Pemkab mengakomodir dan mempertahankan sinergitas dengan Desa Adat Gianyar,” kata Ida Bagus Gaga Adi Saputra, Minggu (6/8/2023).
Kini, pembangunan pasar senggol mulai digarap. Sebagai wakil rakyat, sejumlah masukan berbagai kalangan masyarakat menyertai untuk mensinergiskan keberadaan pasar senggol ini juga dihimpunya.
“Iya, ada beberapa hal sebagai masukan yang saya himpun dari berbagai kalangan masyarakat kota Gianyar, terkait dengan rencana dibangunnya pasar senggol tersebut,” ujarnya.
Di antaranya, penyesuaian lebar jalan belakang di sisi utara dan barat yang melingkari setengah lahan eks hardys. Lebar jalan sempit itu, diharapkan diperlebar hingga 1,5 meter. Pertimbangannya, selain sebagai akses jalan di pemukiman yang padat, jalan tersebut juga menjadi jalur alternatif ketika ada penutupan jalan di Catus Pata Kota Gianyar.
” Saat ada kegiatan adat seperti tawur kesanga maupun perayaan Hari Jadi Kota Gianyar hingga HUT RI, jalan utama ditutup dan Jalan belakang eks Hardys inilah dijadikan jalur altenatif pengalihan, arus” terangnya.
Ia menambahkan, pasar senggol tentunya masih mempertahankan identitasnya sebagai pusat makanan dan jajanan Kas Gianyar. Sehingga seyogyanya tetap memberikan prioritas kepada pedagang makanan tradisional khas Gianyar. Dalam hal ini para pedagang yang secara historis telah berjualan sejak mulai adanya Pasar Senggol di kota Gianyar.
” Tentunya tidak sulit untuk mendata pedagang-padagang yang memang sejak awal berkonstribusi membesarkan pasar senggol ini,” ucapnya.
Mengenai pengelolaan pasar senggol, sinergitas Pemkab Gianyar dengan Desa Adat Gianyar diharapkan tetap terjaga dengan melanjutkan kerja sama pengelolaannya sebagaimana yang telah berjalan selama puluhan tahun.
“Saya yakin, keberadaan pasar senggol ini nantinya akan semakin menjadikan kota Gianyar semakin kukuh dengan lekatan segala ikoniknya,” tandasnya. (jay)








