
DENPASAR – Ketua Komisi III DPRD Bali Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana meminta Dinas Perhubungan bersama instansi terkait untuk membuat perencanaan yang terbaik guna mengatasi masalah kemacetan menuju Pelabuhan Sanur Denpasar.
Penegasan tersebut disampaikan Adhi Ardhana saat rapat koordinasi bersama instansi terkait di DPRD Bali Renon Denpasar, Selasa (25/7/2023).
Rapat pembahasan kemacetan di jalan Bay Pass menuju Pelabuhan Sanur dihadiri lima instansi untuk mencarikan solusi permasalahan tersebut. Kelima instansi tersebut hadir Balai Pengelola Transportasi Darat kelas II Bali.
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Bali. Dinas Perhubungan Provinsi Bali, BAPPEDA Provinsi Bali, dan Dinas Perhubungan Kota Denpasar.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Bali, Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana, didampingi Diah Werdhi, dan anggota Komisi III DPRD Bali lainnya.
Ketua Komisi III Adhi Ardhana mendorong perencanaan dan pelaksanaan sebaik baiknya dalam mengatasi masalah kemacetan sejak Pelabuhan Segitiga emas beroperasi sehingga penyebrangan dari pelabuhan Sanur menuju Nusa Penida Klungkung semakin padat.
Menurutnya sejak resmi dibuka dengan pelayanan yang aman dan nyaman ini terjadi lonjakan penumpang untuk melakukan penyebrangan. Sehingga masalah yang terjadi munculnya kemacetan di Bay Pass Sanur.
“Kondisi saat ini titiknya di Matahari Terbit yang berakibat jumlah orang dan parkir sembarangan,” tegasnya.
Politisi PDIP asal Puri Gerenceng Denpasar ini mempertanyakan, siapa yang parkir di jalan tersebut? Menurutnya ada dua kemungkinan yakni tamu yang punya kontrak dengan transport.
Sementara yang kedua adalah para supir yang menangkap peluang melirik tamu lepas dari supir online ikut parkir di sana sehingga membuat kemacetan.
Sementara untuk lebih menertibkan transportasi online, Komisi III minta pada Kadishub dan balai supaya si online bekerjasama dengan transport desa adat dalam pelabuhan ini.
“Solusi jangka panjang terkait kemacetan kendaraan umum ini semestinya menjadi solusi yang clear, segera bisa dituntaskan,”pintanya.
Politisi PDIP ini memberikan sumbang pemikirannya dlam mengatasi kemacetan agar disiapkan kantong parkir sementara sambil mengerjakan solusi jangka panjang. Dieksekusi pada anggaran perubahan, atau kalau memungkinkan melalui Kementerian Perhubungan.
“Kalau memungkinkan Kementrian Perhubungan bisa membantu, karena yang bikin macet kan akses ke pelabuhan yang ada masih di bawah kementerian,”pintanya.

Sementara Kadis Perhubungan Provinsi Bali, I Gede Wayan Samsi Gunarta, menjelaskan terdapat beberapa permasalahan kemacetan di kawasan Sanur tersebut.
“Pertama kendaraan yang menuju Pelabuhan Sanur parkir pada badan jalan (Jalan Matahari Terbit dan Ruas Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai),” sebutnya.
Kadishub Bali Samsi Gunarta menjelaskan akses pergerakan keluar-masuk Pelabuhan Sanur melalui satu ruas jalan. Selain itu, jarak gate tiket parkir dengan jalan akses Pelabuhan Sanur terlalu dekat.
“Alternatif jangka pendek bisa dilakukan akses masuk melalui Jalan Hang Tuah menuju utara hingga Pelabuhan Sanur,”pungkasnya.(arn/jon)








