
BULELENG – Tradisi Sapi Grumbungan yang membudaya dikalangan petani Bumi Den Bukit, meriahkan perhelatan Lovina Festival IX Tahun 2023.
Selain untuk menjaga dan melestarikan tradisi yang mencirikan kehidupan agraris, kegiatan yang menjadi ikon daripada Eco Tourism ini juga diharapkan dapat menjadi daya tarik wisatawan untuk menyaksikan sekaligus melakoni tradisi para petani usai panen padi ini saat berkunjung di Bali Utara.
“Ada lima pasang sapi dari lima desa di Buleleng seperti Pedawa dan Suwug yang ditampilkan pada atraksi Sapi Grumbungan serangkaian Lovina Festival IX tahun 2023,” ungkap Kadispar Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara usai kegiatan di Lapangan Desa Kaliasem Kecamatan Banjar, Sabtu (22/7/2023).
Mantan Kadisbud Buleleng ini menandaskan semangat para peserta dalam menampilkan sapi unggulannya, penonton termasuk wisatawan menyaksikan sekaligus menikmati tradisi ini patut diapresiasi meskipun ada insiden kecil, jatuhnya penonton saat mencoba menjadi joki karena ‘lampit’, tempat duduknya patah.
“Tadi kita lihat bersama, mungkin karena selama tiga tahun off karena Covid-19, lama tidak berfungsi jadi peralatan itu tidak terawat dengan baik. Ini, akan kita berdayakan kita rancang Bulan Agustus kegiatan temu rasa antara kelompok sapi grumbungan wilayah barat, timur dan tengah,” jelasnya.
Melalui temu rasa, akan diserap usul, saran dan masukan kepada pemerintah dalam rangka pengembangan Tradisi Budaya Sapi Grumbungan.
“Dan Bulan Desember, kita akan adakan atraksi sekaligus lomba Sapi Grumbungan dan hadiahnya berupa bibit sapi dari jawara Lomba Sapi Grumbungan yang terdahulu,” pungkasnya. (kar/jon)








