
DENPASAR – Putra Bali kelahiran Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Putu Eddy Tangkas Wijaya, tergolong sukses merangkul masyarakat Parigi Moutong hanya berbekal pengalaman hidup merantau di Bali sebagai mekanik dan sales selama sepuluh tahun.
Bagaimana tidak, kembalinya ke tanah kelahirannya di Desa Purwa Sari, Parigi Moutong tahun 2012, dicalonkan oleh warga desa guna mengikuti suksesi Pilkades di Desa Purwa Sari, Parigi Moutong, Sulteng.
Dalam penuturannya pada podcast DPD Hanura Bali, Selasa (11/7/2023) dirinya tidak pernah mencalonkan diri melainkan dicalonkan oleh warga dan atas desakan warga supaya mengikuti suksesi Pilkades.
“Saya dicalonkan oleh warga, menariknya juga, dicalonkan oleh semua suku dan agama mulai dari trans Jawa, Bali, Bugis dan Kailis. Alhasil, saya terpilih dengan raihan suara sangat signifikan,”ujar Putu Eddy Tangkas Wijaya
Selama memberikan pengabdian di desatelah banyak memberikan perubahan baik pada pelayanan maupun pembangunan di desa.
Menjelang pemilihan legislatif 2019, atas saran Bupati Parigi Moutong, Putu Eddy diminta untuk ikut merebut kursi di legisltaif di tingkat kabupaten melalui partai Hanura. Sebagai kepala desa selama enam tahun, mampu membangun hubungan antar umat beragama antar suku, Bali Bugis, Kailis.
“Bermodal kepercayaan masyarakat saya memperoleh 1.979 suara dan lolos sebagai anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dan ditugaskan di Komisi I yang membidangi Pemerintahan dan Hukum,”jelasnya.
Setelah dua setengah tahun berjalan, Putu Eddy Tangkas ditugaskan oleh induk partainya di Komisi IV membidangi pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Politisi Hanura ini mengakui sebagai wakil rakyat saat itu sangat berat apalagi situasi pabdemi covid-19. Meski demikian pihaknya berusaha bekerja penuh dengan hati nurani sesuai jargon partai Hanura.
Setiap ada kegiatan dan hajatan di tengah-tengah masyarakat selalu berusaha untuk datang meski tidak membawa bantuan apapun. Meski demikian masyarakat sangat memahami situasi pandemi.
“Dalam diri, saya tetap berjanji untuk membangun Parigi Moutong di sektor pertanian, perkebunan dan nelayan sesuai potensi desa yang dimiliki,”katanya.
Pendekatan terus dilakukan dan pihaknya selalu mengedepankan konsep menyamabraya. Menampung berbagai asfirasi dan mendengar, kemudian memperjuangkan dalam rapat di dewan.
“Jadi kita lebih banyak mendengar aspirasi rakyat dan memperjuangkannya dalama rapat untuk bisa dialokasikan anggarannya. Dalam parlemen kita bisa berbicara keras agar apa yang menjadi hak masyarakat bisa diperjuangkan dan direalisasikan dalam program pemerintah,”katanya.
Atas keberhasilannya mengawal aspirasi selama ini, pada Pemilu 2024, Putu Eddy Tangkas dipercaya oleh partai Hanura untuk merebut kursi di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.
“Saya ingin mewujudkan keinginan masyarakat Parigi Moutong, sektor pertanian yang maju, perkebunan duren yang dikenal dan nelayan dengan hasilnya berlimpah. Tetap tersedianya sarana dan prasarana olahraga bagi pemuda pemudi Parigo Mountong,” pungkasnya.(arn/jon)








