
KUTA – Walau sempat ada bahasa penolakan melalui pemasangan spanduk, penutupan sejumlah pintu atau akses eksisting Pantai Kuta tetap jalan terus. Bahkan beberapa sudah terlihat ditutup rapi dengan rangkaian bata stik, sebagaimana tembok baru di sekitarnya.
Bendesa Adat Kuta, I Wayan Wasista membenarkan bahwa penutupan sebagian akses keluar/masuk Pantai Kuta telah dilakukan. Yang mana hal tersebut didasari atas keputusan parum desa adat.
“Kita ingin Pantai Kuta yang sudah berbenah ini dapat lebih tertata dari aspek keamanan dan kenyamanan melalui pengawasan. Karena jika banyak pintu, tentu akan sulit diatensi,” sebutnya Rabu (12/7/2023).
Disinggung kembali soal pihak yang memasang spanduk, Wasista menyebut masih melakukan penelusuran. Jika ditemukan, maka akan langsung dilakukan pemanggilan guna menanyakan maksud dan tujuannya.
“Yang jelas, kita masih menelusuri. Kita juga akan cek CCTV dan tempat pembuatan spanduk itu. Sudah ada beberapa yang kami datangi, kalau ketemu, maka akan kami panggil,” bebernya.
Wasista juga sempat mengaku tidak habis pikir akan kemunculan spanduk bersangkutan. Karena menurut dia, penutupan sebagian akses merupakan langkah untuk meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
18 akses tersisa, menurut Wasista merupakan jumlah yang sudah ideal untuk Pantai Kuta. Apalagi jarak antara satu dengan lainnya tidaklah terlalu dekat ataupun jauh.
“Mari jaga bersama Pantai Kuta yang kita cintai ini. Jaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanannya, sehingga daya tarik Kuta bisa bangkit seiring pembenahan yang telah dilakukan,” ajaknya. (adi/jon)








