
KUTSEL – Trase Jalan Lingkar Selatan yang berada di wilayah Desa Pecatu ditinjau ulang. Peninjauan dilakukan bersama-sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, pada Rabu (5/7/2023) lalu.
Perbekel Desa Pecatu, I Made Karyana Yadnya tidak memungkiri langkah peninjauan tersebut. Dia menuturkan, itu merupakan bagian dari progres rancangan Jalan Lingkar Selatan, utamanya di wilayah Pecatu.
“Kami dari desa sudah beberapa kali merancang dengan Dinas PUPR Badung dan mempertemukan dengan masyarakat dalam rangka penetapan trase-nya. Jadi memang ada beberapa kali pertemuan untuk penyempurnaan trase-nya,” ungkapnya, Kamis (6/7/2023).
Trase sebelumnya, dituturkan Karyana, dinilai curam, berbahaya, dan sangat berisiko kecelakaan. Terlebih jalan tersebut notabene akan menjadi jalur lalulalangnya bus-bus pariwisata.
“Kami kan harus berpikir keamanan juga. Jadi sekarang kita mencari yang lebih landai, dan tidak terlalu sulit diakses dari eksisting,” sambungnya.
Trase alternatif itulah yang katanya ditinjau pada Rabu lalu. Ketika nanti dipandang memang layak untuk dipergunakan, maka kemudian akan kembali dilakukan sosialisasi.
“Mudah-mudahan bisa secepatnya. Biar bisa memecah kebuntuan atau kemacetan yang sering terjadi,” pungkasnya.
Sementara terpisah, Kepala Dinas PUPR Badung, IB Surya Suamba belum mau berkomentar mengenai hal tersebut. Dikonfirmasi via WhatsApp, Surya Suamba hanya menjawab singkat.
“Nanti kalau sudah final aja nggih. Masih proses sosialisasi,” singkatnya. (adi/jon)








