
BULELENG – Keputusan pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) pada masa transisi endemi Covid-19, mendapatkan apresiasi Anggota Komisi IX DPR Republik Indonesia Ketut Kariyasa Adnyana.
Selain mengingatkan pentingnya kesehatan dalam segala aktivitas kehidupan, Pandemi Covid-19 juga memberikan ikhtiar tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai kebutuhan hidup yang diharapkan dapat menjadi tradisi dan bahkan budaya setiap warga masyarakat sehingga terhindar dari berbagai penyakit.
“Kita wajib bersyukur dan berterimakasih kepada semua pihak, sehingga kita bisa keluar dari Pandemi Covid-19, yang banyak mengajarkan kita tentang dampak buruk dari penyakit dan pentingnya kesehatan,” tandas Kariyasa Adnyana pada acara komunikasi, informasi dan edukasi (KIA) obat dan pangan sehat, di Wantilan Pura Segara Desa Adat Dharmajati Desa Dinas Tukadmungga Kecamatan Buleleng, Jumat (17/6/2023).
Didampingi anggota DPRD Buleleng Ni Kadek Turkini, Perbekel Desa Tukadmungga serta petugas layanan informasi dan pengaduan BBPOM di Denpasar, anggota Komisi IX yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan ini menegaskan Covid-19 tidak hanya mengingatkan dampak buruk ketika kesehatan diabaikan, tapi juga mengajarkan PHBS dan pemahaman tentang obat serta pangan sehat sebagai tradisi baik untuk menjadi budaya.
“Tradisi baik yang dapat di menjadi budaya, budaya hidup sehat bagi setiap orang Indonesia, Bali khususnya sebagai kebutuhan sehari-hari. Minimal, masyarakat paham tentang obat atau makanan yang dikonsumsi dengan aman dan sehat,” tegasnya.
Ia mencontohkan munculnya penyakit gagal ginjal pada anak yang diakibatkan adanya bahan yang tidak diperbolehkan kandungannya pada obat dan makanan. “Kedepan, dengan kondisi saat ini pasti banyak penyakit yang perlu diwaspadai, sehingga dari awal masyarakat harus diedukasi tentang obat, makanan dan kosmetik aman dan sehat,” tandasnya.
Kariyasa menambahkan KIE tentang obat dan makanan sehat serta PHBS gencar dilakukan bersama BBPOM dan Kemenkes meskipun Pandemi Covid-19 dinyatakan berakhir. “Meski Covid-19 berakhir, tetap kita harus waspada karena kedepan banyak penyakit yang muncul. Pandemi Covid-19, memberikan banyak pembelajaran kepada kita, sehingga sekarang masyarakat harus hidup sehat, sarana prasarana RS dilengkapi dan pemerintah daerah sudah menyiapkan anggaran untuk kesehatan, jangan di nomor duakan. Termasuk tenaga kesehatan, terkait pendidikan dan kesejahteraannya harus disiapkan, sehingga apabila ada penyakit bisa segera tertangani,” tandasnya.
Ia menegaskan, secara individu setiap orang harus sehat apalagi Bali sebagai daerah pariwisata yang sangat tergantung dengan kesehatan. “Sehingga kesehatan itu harus menjadi program prioritas baik dari segi anggaran maupun program, sehingga kedepan tidak seperti kemarin, ketika ada gejala itu penanganan dapat segera dilakukan. Seperti rabies yang saat ini mengalami tren peningkatan dan penanganannya harus dilakukan evaluasi,” pungkasnya. (kar,dha)








