
GIANYAR – Jalan usaha tani di Subak Banda, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, kondisinya cukup memprihatinkan. Petani pun kesulitan membawa hasil panen dan pupuk.
Jalan usaha tani itu tidak bisa dilalui sepeda motor. Petani yang akan mengangkut hasil panen harus menempuh jarak cukup jauh. Dampaknya, hasil panen tidak bisa masuk ke kantong petani secara maksimal.
“Beberapa titik sudah hancur karena terkikis air saluran irigasi dan hujan. Sangat parah bila musim hujan tiba, sepeda motor tak bisa lewat,” kata salah seorang petani .
Sejatinya, pemerintah telah memberikan perhatian kepada jalan subak tersebut dengan bantuan padat karya tunai melalui dana desa untuk perbaikan saluran irigasi. Hanya saja, panjang jalan dengan bantuan yang diberikan belum maksimal.
Sementara itu, meski telah mengajukan proposal ke pusat dari tahun 2021, Jalan Usaha Tani (JUT) di Gianyar tak kunjung ada kejelasan.
Kepala Seksi Pengairan Distannal, Kadek Yulia menyebutkan, setiap tahun dinas pertanian kabupaten Gianyar selalu mengusulkan perbaikan jalan ushaa tani. Namun distan tak pernah kebagian anggaran dari kementrian pertanian.
“Setiap tahunnya dari Dinas Pertanian selalu mengajukan proposal, khusus untuk JUT, sejak tahun 2021 kita memang tidak kebagian,” ungkap Kadek Yulia.
Dari rekapan data, di tahun 2022, Distan Gianyar mengajukan 20 proposal untuk pengadaan jalan usaha tani. Sedangkan dari Kementerian Pertanian sendiri masih memilah usulan dari daerah dan bantuan diberikan kepada daerah yang kondisi lahan pertaniannya lebih rusak.
“Kalau proposal sejak Tahun 2021 lalu, maka usulan dari subak yang ada di Gianyar, proposalnya menumpuk, rata-rata 15 proposal per tahun,” tambahnya.
Menurut Yulia, program bantuan JUT mendapat pengawasan yang ketat dari Kementerian Pertanian. Lebarnya tidak boleh lebih dari 1,5 meter. Hal ini dengan alasan agar tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. “Nah, kalau lebarnya lebih dari 1,5 meter, nanti akan terjadi alih fungsi lahan, bukan lahan pertanian lagi namun berubah jadi akomodasi perhotelan,” tambahnya.
Disisi lain, kondisi sebagian dari JUT di Gianyar saat ini diakui sudah mengalami kerusakan. Disebutnya ada beberapa yang sudah rusak parah, namun diharapkan perbaikan ini bisa dilakukan oleh anggota subak. (jay)








