
KLUNGKUNG – Data kependudukan yang akurat sangat penting dalam merancang pembangunan nasional. Untuk memudahkan pembangunan dibutuhkan kesamaan data kependudukan. Langkah ini untuk mengawal satu data kependudukan Indonesia.
Kementerian Kesehatan mengadakan sosialisasi implementasi dan strategi integrasi sistem pencatatan kelahiran,kematian dan penyebab kematian terintegrasi untuk mendukung Pencatatan Sipil dan Statistik Hayati (PS2H). Sosialisasi dibuka oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di ruang Rapat Praja Mandala, Selasa (6/6/2023). Turut hadir Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung Made Adi Swapatni dan undangan terkait lainnya.
Pada kesempatan itu Bupati Suwirta mengatakan di awal kepemimpinannya validasi data kependudukan sangat penting dan berkomitmen penuh terhadap data kelahiran, kematian warga serta didukung berbagai program inovatif di bidang kependudukan yang secara konsisten dilaksanakan di Kabupaten Klungkung.
“Data kependudukan antara Dinas Catatan Sipil dengan BPS tidak terlalu signifikan. Didukung dengan aplikasi Klungkung Dalam Genggaman yang semakin memberikan data akurat kependudukan dalam pengambilan keputusan,” ujar Bupati Suwirta.
Bupati juga menyampaikan dengan terpilihnya Kabupaten Klungkung sebagai tempat sosialisasi ini dirinya berharap Kabupaten Klungkung menjadi yang paling siap terkait kevalidan data untuk mengambil keputusan.
Kepala Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan diwakili Analis Kebijakan Madya, dr. Tri Juni Angkasawati mengatakan, data statistik sangat penting dalam pembangunan mendatang. Pengembangan dan pemanfaatan data kependudukan serta statistik hayati merupakan elemen penting dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam kebijakan pembangunan.
“Melalui sosialisasi ini diharapkan pemerintah daerah mampu mengidentifikasi prioritas masalah kesehatan berdasarkan angka kematian, dan kelahiran,” kata Tri Juni Angkasawati. (yan)








