BadungPariwisataPeristiwaTerkini

Berturut-turut, Mobil Terjebak di Pasir Pantai Badung

KUTA – Kejadian mobil terjebak di pasir pantai, terjadi berturut-turut di wilayah Kabupaten Badung. Pertama yakni di Pantai Timbis Kecamatan Kuta Selatan pada Rabu (17/5/2023) lalu, dan kemudian di Pantai Sekeh Kecamatan Kuta pada Kamis (18/5/2023).

Untuk peristiwa di Pantai Timbis, korbannya adalah satu unit mobil Pajero Sport DK 1271 HE. Awalnya sekitar pukul 06.00 Wita, pengemudi yang merupakan wisatawan asing mengira tekstur pasir di pantai Timbis adalah padat.

Sehingga dia nekad membawa serta kendaraannya menuju bibir pantai. Namun apes, mobil itu terjerembab dan terendam air laut, dan baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 09.00 Wita dengan menggunakan alat berat.

BACA JUGA:   KPU Tabanan Resmi Luncurkan Tahapan, Jingle dan Maskot Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2024

Sementara untuk kejadian kedua, korbannya berupa mobil Suzuki Vitara 4×4 bernomor polisi AA 7310 DD. Mobil off road yang dikendarai bule Rusia itu terjebak di Pantai Sekeh, saat menurunkan muatan berupa satu unit jetski sekitar pukul 10.00 Wita.

Warga setempat sudah coba membantu melakukan evakuasi secara manual, namun hingga pukul 13.30 Wita mobil tersebut masih belum bisa dievakuasi.

Menurut penuturan Ketua Kelompok Nelayan Mina Segara Pantai Sekeh, I Wayan Pagi, sesungguhnya bule bersangkutan sudah biasa melakukan aktivitas semacam itu di Pantai Sekeh. Dia datang dan mengendarai mobilnya menuju bibir Pantai Sekeh, untuk bermain jetski.

BACA JUGA:   Pemkab Buleleng Raih Penghargaan Nasional Pencairan Banpol 2024

“Ini kan wilayah milik negara, kami tidak bisa melarang hal itu,” akunya.

Sepengetahuan dia, biasanya itu dilakukan secara lancar oleh si bule. Sehingga diduga kuat, hal tersebut terjadi karena adanya kerusakan pada kendaraan itu sendiri.

“Itu adalah mobil four-wheel. Tapi sepertinya hari ini tidak keempat rodanya bergerak,” sebutnya.

Diungkapnya pula, peristiwa serupa sesungguhnya sudah sering terjadi di pesisir Pantai Sekeh. Dan jika itu terjadi, maka anggota kelompok nelayan yang kebetulan ada di lokasi dipastikan akan ikut turun tangan memberikan bantuan tenaga maksimal.

“Jadi ini bukan pemandangan yang baru. Ada bule, dan orang Bali juga pernah,” sambungnya. (adi/jon)

Back to top button