
KUTA – Bibit Siklon Tropis 98S telah berkembang menjadi Siklon Tropis ILSA pada Rabu (12/4/2023). Lokasinya di perairan Samudera Hindia selatan Pulau Sumba, tepatnya pada koordinat 15.2LS – 120.5BT.
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Cahyo Nugroho mengungkapkan sistem tersebut bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 9 knot atau 17 km/jam.
Sedangkan untuk kecepatan angin di sekitar pusat siklon, yakni 55 knot atau 100 km/jam dengan tekanan udara minimum sebesar 985 mb.
“Diperkirakan intensitas Siklon Tropis ILSA meningkat dalam 24 jam ke depan dan bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia,” ungkapnya.
Meski demikian, Cahyo Nugroho mengimbau masyarakat Bali khususnya, untuk tetap mewaspadai dampak tidak langsung yang diakibatkan.
Misalnya berkenaan dengan cuaca yang berpotensi hujan sedang hingga lebat, dapat disertai petir/kilat, serta angin kencang di sebagian besar wilayah Bali.
Di samping itu, BBMKG III juga mengimbau agar masyarakat mewaspadai terjadinya gelombang tinggi. Bahkan berpotensi mencapai 4 meter, pada perairan Samudera Hindia selatan Bali hingga NTB.
Begitu pula untuk perairan sekitar Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, serta Selat Alas bagian selatan, yang diperkirakan berpotensi mencapai ketinggian 1.25 – 2,5 meter.
“Masyarakat kami imbau untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang dapat ditimbulkan. Seperti angin kencang, pohon tumbang, kilat/petir, banjir, genangan air, serta tanah longsor,” sebutnya.
“Selain itu, bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, wisata bahari, dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir, kami imbau untuk mewaspadai potensi gelombang laut dengan ketinggian mencapai 2 meter bahkan lebih,” pungkasnya. (adi/jon)








