
DENPASAR – Sampai hari ketiga The 6 Th Southeast Asian Vovinam Championship yang digelar di Phnom Penh Cambodia, Indonesia berhasil menyabet 3 medali emas dari total 23 medali emas yang diperebutkan baik nomer seni dan tarung. Raihan 3 emas itu tidak termasuk 8 perunggu yang juga diraih Indonesia.
Menurut asisten manajer tim Vovinam Indonesia Made Nurbawa, medali emas disumbangkan diantaranya dari Ni Made Purnami berpasangan dengan Putu Wahana Maha Yoni yang turun di kelas Pair Knife Form Female, serta medali emas kedua dipersembahkan Ni Gusti Agung Ayu Manik Trisna Dewi Wetan yang turun di kelas Ying-Yang Sword Form Female.
“Total nomor yang dipertandingkan 30 kelas dan Indonesia turun di 22 kelas. Kejuaraan ini berlangsung mulai 27 – 30 Maret 2023 sekaligus sebagai ajang pra SEA Games XXXII yang mana Sea Games akan berlangsung Mei 2023 mendatang di Cambodia,” ujar Made Nurbawa saat dihubungi Rabu (29/3).
Sedangkan perolehan medali emas sampai hari ketiga yakni Kamboja menyabet 8 medali emas, Vietnam 6 medali emas, Thailand 2 medali emas, Myanmar 4 medali emas serta Indonesia 3 medali emas. Dengan hasil tersebut diutarakan pria yang juga Ketua Umum KONI Tabanan itu, ada peluang raihan medali emas pada SEA Games mendatang untuk Indonesia.
“Ya tiga emas diraih tim Vovinam Indonesia untuk sementara itu cukup membanggakan dan semoga bisa ditingkatkan di SEA Games nantinya. Artinya modal prestasi ada tinggal menambah lagi untuk target selanjutnya,” tambah Made Nurbawa.
Selain itu lanjutnya, setelah kejuaraan itu setidaknya tim vovinam Indonesia bisa melakukan persiapan SEA Games dengan pengalaman raihan 2 medali emas di Kejuaraan itu, terutama dalam melakukan evaluasi total dengan tujuan raihan lebih bagus lagi di SEA Games.
“Artinya secara kekuatan rival negara, tim vovinam Indonesia petanya sudah tahu termasuk bagaimana melakukan pembenahan secara teknis. Pembenahan utamanya dari sisi mungkin Gerakan atau lainnya yang diserap dari hikmah positif dalam kejuaraan tersebut,” demikian Made Nurbawa. (ari/jon)








