
GIANYAR – Masyarakat di wilayah Desa Pering kembali bisa mengonsumsi sumber air yang sebelumnya tercemar bakteri e-coli.
Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar telah melakukan treatment terhadap sumber air yang tercemar bakteri e-coli di wilayah Desa Pering.
Hanya saja, Dinkes menyarankan air direbus terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
“Boleh asal kalau mau dikonsumsi masak terlebih dahulu,” ujar Plt. Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni, Minggu (5/3/2023).
Ariyuni menegaskan, air yang dikonsumsi secara langsung atau tidak dimasak berpotensi mengandung e-coli, terlebih berada di alam terbuka. Sebab, kotoran hewan atau sampah berbahaya bisa saja mencemari.
“Intinya, masaklah air sebelum dikonsumsi. Penyebab tercemarnya mata air umum dan terbuka bisa banyak. Bisa dari kotoran binatang, bakteri, dan lain-lain karena dia terbuka,” ujarnya.
“Yang harus dilakukan masyarakat sebenarnya memastikan air itu aman sebagai air minum atau konsumsi lainnya harus dimasak terlebih dahulu karena mata air terbuka sangat riskan. Bisa saja dicek sekarang terlihat aman tapi besok lusa bisa tercemar, atau sekarang bisa terlihat tercemar tapi nanti bisa bersih. Kembali lagi karena itu mata air terbuka,” imbuhnya.
Sementara itu, kondisi masyarakat Desa Pering yang terkena e-coli berangsur-angsur membaik dan Dinas Kesehatan masih terus melakukan monitoring.
“Kami berikan perhatian sampai situasi normal,” ujarnya.
Sementara, untuk kejadian serupa di Banjar Banda, pihaknya sampai saat ini mesih melakukan penelusuran karena belum adanya laporan masuk. (jay)








