
KUTSEL – Pasangan suami istri (Pasutri) asal Muntigunung, Kabupaten Karangasem, nekat menempati sebuah lahan fasos fasum di wilayah Jimbaran.
Mereka hidup seadanya dengan beratapkan terpal, lantaran tidak bisa jauh dari anak yang saat ini berada di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jimbaran.
Kabarnya, pasutri itu sudah berbulan-bulan tinggal di atas lahan kosong tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, setiap harinya mereka mengumpulkan barang-barang bekas untuk ditukarkan dengan uang.
Hal tersebut diketahui setelah Trantib Kecamatan Kuta Selatan turun melakukan pengecekan ke lokasi. Itu dilakukan dalam rangka menindaklanjuti adanya laporan dari warga sekitar.
“Laporan kami terima dari kepala lingkungan setempat atas keluhan dari warga. Karena aktivitasnya yang dinilai jorok, dan dikhawatirkan dapat memicu persoalan kesehatan,” ungkap Kepala Seksi Trantib Kecamatan Kuta Selatan, Kadek Alit Juwita, Kamis (2/3/2023).
Pihaknya bersama-sama dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) katanya sudah berulang kali membujuk mereka untuk tinggal di tempat lain. Namun sayang, bujukan itu dimentahkan dengan alasan karena ingin tetap dekat dengan anaknya yang berada di YPAC Jimbaran.
“Dia cukup kooperatif saat diajak berkomunikasi. Bahkan dia tidak menolak untuk pindah, asalkan disediakan tempat tinggal. Nah ini yang membuat kami sulit. Kami sempat sarankan untuk pulang kampung, tapi dia bilang tidak bisa jauh dari anak. Selain itu katanya di kampung juga sulit mencari penghidupan,” ungkap Alit.
Terpisah, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta mengaku telah coba mengkoordinasikan hal tersebut dengan Dinas Sosial Kabupaten Badung. Hasilnya, Dinas Sosial kabarnya akan segera turun melakukan pengecekan langsung.
“Persoalan ini sesungguhnya sudah berkali-kali kami coba tindak lanjuti. Atas alasan kemanusiaan, maka kami rasa ini perlu dicarikan solusi terbaik. Karena di sisi lain, ini juga menyangkut ketertiban umum,” ungkapnya sembari mengatakan bahwa jika hal tersebut dibiarkan, maka itu juga dapat berisiko terhadap kesehatan diri yang bersangkutan. (adi/jon)








