
KUTA – Penempatan gerobak kreatif serangkaian proyek Penataan Pantai Kuta, mendapat sorotan dari seorang dewan asal Kuta, Ni Luh Gede Sri Mediastuti. Karena dirasa tidak pas dan menghalangi pandangan wisatawan ke arah pantai.
Berkenaan dengan itu, dia meminta pemerintah daerah untuk melakukan kajian kembali. Sehingga adanya lapak bersangkutan, tidak malah menurunkan kualitas wisata di Pantai Kuta.
Ditegaskan dia, itu disampaikannya bukan semata-mata karena beda persepsi dengan tokoh masyarakat Kuta lainnya. Melainkan dirinya memandang, masukan wisatawan adalah hal yang perlu menjadi perhatian.
“Jangan sampai kualitas obyek wisata Pantai Kuta menjadi turun karena terhalangnya view pantai akibat lapak pedagang yang berjejer,” sebutnya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Badung, Wayan Suyasa. Kata dia, penempatannya yang berjejer pada sisi barat pedestrian, sangat mengganggu pandangan ke arah pantai.
“Tujuan pemerintah melakukan penataan pantai ini kami apresiasi karena sudah bagus sekali. Tapi mohon maaf, penempatan lapak-lapak ini justru menimbulkan kesan semrawut dan menurunkan grade estetika pantai,” ungkapnya.
Selaku wakil rakyat, Suyasa menegaskan pihaknya tentu mempunyai hak untuk melakukan kontrol.
“Sekali lagi, kami sesungguhnya mengapresiasi penataan pantai di Kuta ini. Namun demikian, masukan kami kepada pemerintah dan stakeholder lainnya, perhatikan juga estetika agar wisatawan nyaman ketika berkunjung,” singkatnya. (adi/jon)








