
KUTA – Wrapping cable masih menjadi kegiatan rutin di wilayah Kuta. Seperti belum lama ini, atas koordinasi Koramil, LPM, dan provider, kegiatan serupa kembali dilakukan dalam rangka perayaan HUT ke-62 Korem/Wira Satya.
“Pihak Koramil melakukan koordinasi dengan kami di LPM, untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Kemudian kami sampaikan itu kepada pihak provider, untuk turun bersama-sama melakukan perapian kabel,” ungkapnya, Minggu (26/2/2023).
Kabel semrawut di sepanjang Jalan Pantai Kuta adalah sasarannya ketika itu. Yang mana titik-titik bersangkutan sebenarnya dahulu sudah pernah di-wrapping, namun kemudian terlepas.
“Di Kuta ada 11 provider. Dan kemarin itu, semuanya ikut turun melakukan perapian,” sambungnya.
Lebih lanjut Adnyana juga menuturkan bahwa wrapping cable sesungguhnya sudah menjadi agenda rutin pihaknya di LPM Kuta. Itu dilakukan atas komunikasi dan kerjasama dengan para provider.
Namun menurut dia, pengikatan kabel hanyalah sebuah jawaban sementara. Kuta dipandang membutuhkan solusi yang bersifat lebih permanen, seperti memindahkan kabel ke bawah tanah.
“Program Pak Bupati yang berupa pemindahan kabel bergelantungan ke bawah tanah, tentu menjadi hal yang masih kami harapkan. Karena itu sangat bagus untuk menjaga estetika wilayah, utamanya bagi Kuta yang merupakan tujuan pariwisata,” sebutnya.
Jika pemindahan itu belum bisa dilakukan, maka pemerintah diharapkan untuk paling tidak membangun tiang bersama. Sehingga kondisinya tidak seperti saat ini, yang mana pada satu titik bisa tertanam hingga 7 tiang utilitas. (adi/jon)








