
KLUNGKUNG- Jenazah Ni Wayan Supini, Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal di Turki akibat gempa dahsyat, tiba di RSUD Klungkung, Kamis (23/2/2023) sekitar pukul 17.00 wita.
Iring-iringan mobil jenazah dari Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar dikawal patroli dari Polda Bali, memasuki jalur belakang menuju kamar jenazah RSUD Klungkung. Dari kejauhan sudah tampak lampu sirine mobil ambulance berkelip-kelip.
Sementara suara handy talky saling sahut menginformasikan rombongan pemulangan jenazah Wayan Supini sudah memasuki RSUD Klungkung. Informasi itu terdengar ke telinga sejumlah saudara Ni Wayan Supini yang sejak tadinya menunggu dengan sabar di depan ruang jenazah.
Tangis mereka langsung pecah, begitu mobil pengangkut jenazah makin mendekati kamar jenazah. Begitu kendaraan pengangkut jenazah Ni Wayan Supini berhenti, dengan sigap sejumlah anggota Polres Klungkung langsung membuka pintu belakang mobil. Peti jenazah yang didominasi warna putih langsung diangkat.
Pihak keluarga pun ‘menyerbu’ peti jenazah berbaur jadi satu dengan belasan aparat keamanan, kawanan media, petugas RSUD Klungkung serta Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Kapolres AKBP I Nengah Sadiarta.
Peti jenazah langsung dibawa ke ruang jenazah dan ditempatkan pada tempat yang sudah disediakan. Serah terima dari kepada Bupati I Nyoman Suwirta berlangsung singkat selanjutnya Suwirta menyerah terimakan kepada pihak keluarga.
Suami Ni Wayan Supini, I Nyoman Ranten tampak tegar di samping peti jenazah istrinya. Setelah mengikuti serah terima itu, Ranten hanya berucap terima kasih. Ia pun kemudian sibuk mengurus administrasi penitipan jenazah ke ruang petugas kamar jenazah RSUD Klungkung. Sementara sejumlah kerabat Ni Wayan Supinimasih tapak menangis.
“Saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak atas pemulangan istri saya, walaupun kondisinya tidak seperti yang diharapkan, tapi inilah kenyataan yang harus saya terima,” lontar I Nyoman Ranten.
Ranten juga sempat menyampaikan keinginannya melihat langsung kondisi jenazah istrinya. Namun ia mengatakan mesti bernegosiasi dulu dengan pihak RSUD Klungkung.
“Saya ingin memastikan kondisi istri saya. Tapi harus negosiasi dulu dengan petugas, saya masih menunggu kapan diizinkan membuka peti itu, masih menunggu,” katanya.
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta pada kesempatan itu pula menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak atas pemulangan jenazah PMI asal Dusun Tegal Besar, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan ini.
Bupati juga menyatakan penitipan jenazah di RSUD Klungkung, biayanya ditanggung Pemkab. Ia juga mengatakan, sudah menyerahkan akta kematian termasuk dokumen lainnya dan santunan kematian kepada pihak keluarga.
“Yang paling penting kami hadir disini turut berduka cita atas meninggalnya Ni Wayan Supini. Kami berdoa agar keluarga tabah semua,” demikian Bupati Suwirta.
Rencananya jenazah Supini akan dikuburkan di kuburan Desa Adat Tegal Besar pada 10 Maret 2023. Seperti diberitakan sebelumnya, Kedutaan Besar RI (KBRI) di Turki merilis dua orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Turki akibat gempa dahsyat yang terjadi Senin (6/2/2023).
Beberapa hari pasca gempa bumi, dua WNI di Diyarbakir Turki sempat tidak berhasil dikontak oleh KBRI Ankara. WNI tersebut adalah Irma Lestari asal Lombok dan Ni Wayan Supini asal Bali. Keduanya akhirnya ditemukan di balik reruntuhan Apartemen Galeria di Kota Diyarbakir Jumat (17/2). (yan)








