KUTSEL – Masyarakat dataran rendah Jalan Kurusetra, Desa Adat Bualu, kembali dihantui persoalan banjir. Kabarnya, permasalahan itu muncul lagi, pasca terlaksananya berbagai proyek persiapan menyambut KTT G20 di tahun 2022 lalu.
Bendesa Adat Bualu, I Wayan Mudita mengungkapkan bahwa dahulu kondisi serupa sesungguhnya sudah pernah dialami. Tapi itu langsung tertangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung.
Namun pasca KTT G20, persoalan yang sama kembali terulang. Warga yang tinggal di dataran rendah Jalan Kurusetra, lagi-lagi mendapat limpahan air hujan. Utamanya ketika hujan turun dengan deras.
Kuat dugaan, hal tersebut dipicu oleh air hujan yang tidak bisa tertampung dalam drainase. Sehingga air hujan malah mengalir pada permukaan badan jalan, dan masuk ke rumah-rumah warga.
“Air tidak bisa masuk, karena di dalam saluran drainase ada banyak kabel,” sebutnya.
Kecurigaan itupun dipastikan telah dikomunikasikan dengan dinas terkait, yakni PUPR Badung. Tentu harapannya agar bisa segera disikapi, termasuk melalui koordinasi dengan para pemilik utilitas kabel.
Sementara terpisah, Kepala Dinas PUPR Badung, IB Surya Suamba mengaku akan melakukan pengecekan terlebih dahulu. Setelah diketahui benar penyebabnya, maka barulah akan dilakukan langkah tindak lanjut.
“Kami akan cek dahulu seperti apa kondisinya untuk memastikan,” singkatnya. (adi/jon)








