
KUTA – Jalan setapak di pesisir Pantai Kuta kini tampak dihiasi semacam pembatas di sejumlah titiknya. Dengan itu, maka pengendara motor tidak lagi bisa leluasa melintas di atas fasilitas jogging track tersebut.
Ketua Pengelola Pantai Desa Adat Kuta, Wayan Sirna menuturkan, hal tersebut sesungguhnya dipasang oleh pihak Desa Adat Kuta sendiri. Dan sepengetahuan dia, tujuannya tiada lain adalah untuk membatasi kendaraan yang lalu lalang.
“Kalau dahulu, banyak sepeda motor yang lalu lalang. Itulah yang dibatasi,” ungkapnya.
Pembatas dimaksud, katanya telah tepasang di sejumlah titik. Meski demikian, dia menegaskan bahwa para pejalan kaki tetaplah bisa melintas.
“Portal itu bisa buka tutup. Utamanya ketika ada kebutuhan mendesak, sehingga mengharuskan kendaraan lewat di sana,” tutupnya.
Hal senada disampaikan oleh Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista. Dia pun membenarkan bahwa itu dipasang oleh pihaknya di desa adat.
“Itu kami pasang agar pengendara motor tidak melintas di sana. Karena jalan setapak itu fungsinya adalah untuk pejalan kaki, untuk jogging,” tegasnya.
Kata dia, penghalang itu terpasang pada sejumlah titik. Di antaranya yakni pada jalan setapak sekitar Setra Asem Celagi Desa Adat Kuta, dan di sekitar pintu masuk utama Kawasan Pantai Kuta.
“Jadi ini bukan membatasi orang lewat. Tapi membatasi sepeda motor yang sebelumnya sering melintas di sana,” ungkapnya menuturkan pembatas yang katanya bisa dibuka tutup untuk situasi emergency tersebut. (adi/jon)








